Banda Aceh – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh terus melakukan inovasi dalam mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
Kali ini, lahan idle di lingkungan Lapas disulap menjadi area budidaya ikan nila sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Program tersebut mulai dikembangkan pada Sabtu (29/8/2026) dengan penebaran sekitar 4.000 benih ikan nila ke dalam kolam budidaya yang telah disiapkan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Akhmad Heru Setiawan, mengatakan pemanfaatan lahan tersebut merupakan bentuk komitmen Lapas dalam mendukung program pemerintah, khususnya 8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan kita optimalkan menjadi lahan produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” ujar Heru.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam berbagai tahapan budidaya ikan nila. Mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan hingga melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan ikan.
Keterlibatan warga binaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas perikanan, tetapi juga memberikan pengalaman praktis dan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Melalui program budidaya tersebut, warga binaan juga dilatih menerapkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama serta kepedulian terhadap lingkungan.
Proses budidaya yang dilakukan secara rutin menjadi bagian dari pembelajaran untuk membangun etos kerja dan meningkatkan kemandirian warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Heru berharap program pemanfaatan lahan produktif tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, baik bagi lingkungan Lapas maupun dalam mendukung program pembinaan warga binaan.
“Ini merupakan langkah awal. Ke depan, kami berharap pemanfaatan lahan produktif seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan hasil yang optimal,” katanya.
Pemanfaatan lahan idle menjadi kolam budidaya ikan nila sekaligus menegaskan peran Lapas sebagai ruang pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pengamanan.
Lebih dari itu, Lapas juga menjadi ruang pengembangan keterampilan, produktivitas dan kemandirian bagi warga binaan.
Melalui program tersebut, Lapas Kelas IIA Banda Aceh berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.









