Home / Ekonomi Bisnis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:15 WIB

BSI Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah, Bidik 50.000 UMKM

Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperluas kerja sama strategis dengan Muhammadiyah untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kolaborasi ini menyasar 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), 50.000 UMKM binaan, serta membuka peluang layanan kustodian syariah bagi Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah dengan potensi penempatan dana mencapai Rp700 miliar.

Perluasan kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan tiga perjanjian kerja sama dalam rangkaian BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Tiga lembaga Muhammadiyah yang terlibat dalam kerja sama tersebut adalah Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) PP Muhammadiyah, serta Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan kolaborasi ini dirancang untuk mengintegrasikan layanan keuangan syariah di sektor pendidikan, pemberdayaan usaha, hingga pengelolaan dana institusi.

Baca Juga |  Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan IICD 2026

Menurutnya, BSI ingin mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan ekonomi syariah melalui jaringan Muhammadiyah di berbagai daerah.

“BSI ingin hadir lebih dari sekadar sebagai penyedia layanan perbankan. Kami ingin menjadi mitra strategis Muhammadiyah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi, mulai dari kampus, pengembangan talenta, pemberdayaan UMKM hingga pengelolaan dana institusi,” ujar Erwan.

Ia optimistis, kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sektor pendidikan, BSI menyasar 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melalui pengembangan layanan perbankan syariah yang terintegrasi dengan kebutuhan kampus dan sivitas akademika.

Kerja sama ini mencakup optimalisasi transaksi melalui layanan digital BSI, sekaligus membuka peluang pengembangan solusi keuangan yang mendukung aktivitas operasional perguruan tinggi.

Baca Juga |  Jelang Haji 2026, BSI Siapkan Layanan Terintegrasi

Selain memperluas penggunaan layanan digital, kemitraan tersebut diharapkan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan pendidikan. Langkah ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Pada sektor usaha, BSI membidik 50.000 UMKM binaan LP UMKM PP Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Ekosistem usaha tersebut diperkirakan memiliki potensi bisnis mencapai Rp2,5 triliun.

Dukungan yang disiapkan meliputi edukasi dan literasi keuangan, pengembangan transaksi terintegrasi, pembiayaan modal kerja, serta pemanfaatan layanan transaksi dan investasi BSI.

Melalui kerja sama ini, pelaku UMKM diharapkan memperoleh akses lebih luas terhadap layanan keuangan formal, termasuk pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu memperluas pasar, memperkuat pengelolaan keuangan, dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Sementara itu, kerja sama dengan Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah membuka peluang bagi BSI untuk menyediakan layanan kustodian syariah dalam mendukung administrasi dan pengelolaan aset investasi.

Baca Juga |  BSI–ANTAM Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Potensi dana yang dapat ditempatkan melalui layanan tersebut diperkirakan mencapai Rp700 miliar. Namun, nilai tersebut merupakan potensi penempatan dana, bukan realisasi dana yang telah dipastikan masuk.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang BSI dalam menyediakan layanan keuangan syariah bagi nasabah institusi, khususnya dalam pengelolaan aset dan kebutuhan investasi.

Melalui tiga bidang kolaborasi tersebut, BSI berupaya memperkuat keterhubungan layanan keuangan di lingkungan Muhammadiyah, mulai dari perguruan tinggi, pelaku UMKM, hingga lembaga pengelola dana pensiun.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemanfaatan layanan perbankan syariah, tetapi juga memperluas akses pembiayaan usaha, memperkuat kelembagaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Ekonomi Bisnis

OJK Perkuat Pasar Modal Lewat Tiga Kebijakan
QRIS Dinamis Soundbox Bank Aceh

Banda Aceh

Bank Aceh dan BI Luncurkan QRIS Soundbox

Ekonomi Bisnis

BSI Dorong Wakaf Produktif, Potensi Rp180 Triliun

Ekonomi Bisnis

BSI Masuk Lima Besar CX100 Award 2026

Ekonomi Bisnis

Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan IICD 2026

Ekonomi Bisnis

Bank Aceh Raih Apresiasi ILO atas Dukungan untuk UMKM
ASEAN Energy Awards 2026.

Ekonomi Bisnis

Inovasi RDF Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan ASEAN

Banda Aceh

Bank Aceh dan DPRA Perkuat Sinergi Tingkatkan PAD