Home / Ekonomi Bisnis

Selasa, 14 April 2026 - 07:38 WIB

BSI–ANTAM Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Penandatanganan MoU BSI dan ANTAM di Jakarta. (Foto:Dok/BSI)

Penandatanganan MoU BSI dan ANTAM di Jakarta. (Foto:Dok/BSI)

Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) mempercepat penguatan industri bullion emas nasional melalui kolaborasi strategis yang lebih agresif.

Sinergi dua BUMN ini difokuskan pada pembentukan ekosistem emas terintegrasi serta mendorong transformasi investasi emas berbasis digital.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Kerja sama ini menjadi fase ekspansi dari kemitraan yang telah terjalin lebih dari satu dekade, sekaligus memperkuat implementasi agenda pemerintah dalam pengembangan bullion bank melalui monetisasi emas dan pembangunan ekosistem berkelanjutan.

Baca Juga |  Tito Karnavian Terima Gelar Adat Tertinggi dari Wali Nanggroe Aceh

Sepanjang 2025, BSI menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi, serta sekitar 11 persen dari total penjualan emas ANTAM secara keseluruhan.

Dalam kolaborasi ini, kedua pihak sepakat memperluas cakupan kerja sama, mulai dari perdagangan emas Logam Mulia (LM) berbasis digital, penguatan distribusi ritel, hingga sinergi pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan kerja sama ini menjadi momentum akselerasi bisnis emas BSI setelah memperoleh izin sebagai bullion bank.

Baca Juga |  Polda Aceh Gelar Puncak HUT Bhayangkari ke-75

“Pertumbuhan bisnis emas BSI menunjukkan tren sangat kuat, baik dari layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Kolaborasi dengan ANTAM menjadi fondasi utama penguatan ekosistem BUMN,” ujarnya.

Dari sisi kinerja, basis nasabah BSI mengalami peningkatan signifikan. Jumlah nasabah layanan bullion mendekati satu juta dengan pertumbuhan 658 persen secara tahunan. Sementara itu, nasabah cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu atau tumbuh 54,67 persen per Maret 2026.

Sementara itu, Direktur Komersial ANTAM, Handi Sutanto, menyebut kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memperluas akses investasi yang aman dan terpercaya.

Baca Juga |  BSI Raup Laba Rp3,39 Triliun, Dana Murah dan Digital Jadi Penopang

Pada 2025, ANTAM mencatat produksi emas sekitar 743 kilogram dengan volume penjualan melampaui 37 ton, mencerminkan tingginya permintaan domestik.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengoptimalkan monetisasi emas dan memperkuat posisinya sebagai instrumen investasi yang relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sinergi BSI dan ANTAM ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong ekosistem emas nasional naik kelas, dari sekadar komoditas menjadi instrumen keuangan yang inklusif, terintegrasi, dan berdaya saing global.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Penyerahan lruk uang dari BI

Aceh Besar

Solusi Bangun Andalas Ubah Uang Tak Layak Edar Jadi Energi Ramah Lingkungan
Bank Aceh dan Taspen

Banda Aceh

Bank Aceh Dan Taspen Bekali ASN Jelang Pensiun
Bsi Raup laba

Ekonomi Bisnis

Nasabah Bullion BSI Melonjak 700 Persen
Bhayangkari Kreasi Nusantara 2026

Ekonomi Bisnis

Kopi dan Wastra Aceh Ramaikan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara
Daddi Peryoga

Banda Aceh

OJK Aceh Tingkatkan Kompetensi Frontliner
Gencarkan BSI Aceh.

Banda Aceh

BSI, OJK, dan FKIJK Perkuat Literasi Keuangan
Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia 2026.

Ekonomi Bisnis

Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026
Pembiayaan BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Catat Pembiayaan Rp335 Triliun hingga Mei 2026