Aceh Jaya — Suasana duka menyelimuti Gampong Lhuet, Lamno, saat Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Kolonel Pnb Suryo Anggoro, M.Tr.(Han), bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 13/D.I Lanud SIM Ny. Keke Suryo Anggoro serta para Kepala Dinas, melaksanakan takziah ke rumah duka almarhum Tengku Nyak Sandang, Senin (13/4/2026).
Almarhum wafat pada 7 April 2026 dalam usia 100 tahun. Ia bukan sekadar tokoh Aceh, tetapi simbol ketulusan dan pengabdian nyata kepada bangsa. Semasa hidupnya, Tengku Nyak Sandang dikenal karena keikhlasannya menyumbangkan sebagian harta untuk pembelian pesawat Seulawah RI-001—sebuah kontribusi bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Pengorbanan tersebut mencerminkan nasionalisme yang kuat, diwujudkan bukan hanya melalui kata, tetapi tindakan nyata. Ketulusannya menjadi teladan lintas generasi, sementara semangat kebangsaannya terus hidup dalam ingatan masyarakat.
Kehadiran Danlanud SIM beserta rombongan menjadi bentuk penghormatan atas jasa besar almarhum, sekaligus penegasan bahwa pengabdian tulus kepada bangsa tidak akan pernah lekang oleh waktu.
“Tengku Nyak Sandang telah mewariskan nilai keikhlasan, kepedulian, dan cinta tanah air yang sejati,” ujar Danlanud SIM.
Almarhum akan selalu dikenang sebagai putra terbaik Aceh yang mengikat ketulusan dengan semangat nasionalisme demi tegaknya Merah Putih di langit Indonesia.
✨ Meukilat Lagee Fajar
Dekat dalam hati, tulus dalam pengabdian, hadir untuk Aceh.








