Home / Forum Publik / Sabang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:53 WIB

ICMI-Bawaslu Sabang Perkuat Pendidikan Demokrasi Generasi Muda

Sabang – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sabang mendorong penguatan pendidikan demokrasi dan literasi politik bagi generasi muda melalui Diskusi Wacana Demokrasi di Heri Kupi, Jalan O. Surapati, Kota Sabang, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–18.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog lintas elemen masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang demokrasi, integritas pemilih, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan proses demokrasi yang berkualitas.

Diskusi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, organisasi perempuan, pemuda, mahasiswa, pelajar, hingga insan pers.

Ketua ICMI Kota Sabang, Fajran Zain, menegaskan bahwa demokrasi tidak sebatas proses memilih pemimpin, tetapi juga menyangkut kesadaran masyarakat dalam menjalankan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Menurutnya, kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan, kemampuan menilai informasi secara objektif, serta keberanian menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan rasional dan kepentingan bersama.

“Melalui kolaborasi ICMI dan Bawaslu Kota Sabang ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa demokrasi merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Baca Juga |  Dunia Kerja Inklusif, Flower Aceh Dorong Penguatan Hak Pekerja

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi pemilih yang menggunakan hak suaranya, tetapi juga mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan, menyampaikan gagasan secara santun, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

Fajran juga menilai pendidikan demokrasi perlu diperkenalkan sejak dini, terutama kepada pelajar, mahasiswa, dan pemilih pemula. Mereka perlu dibekali pemahaman mengenai proses politik, integritas, toleransi, serta kemampuan membedakan fakta dari informasi yang belum terverifikasi.

Di tengah derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial, literasi politik menjadi semakin penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan, menolak politik uang, serta menghindari ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat.

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu. Partisipasi publik dinilai menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga transparansi, integritas, dan kepercayaan terhadap proses demokrasi.

Ketua Bawaslu Kota Sabang, Kurdinar, dalam materi yang tercantum pada rilis kegiatan menekankan bahwa masyarakat dapat berkontribusi melalui pemahaman terhadap aturan pemilu, penggunaan hak pilih secara bertanggung jawab, serta pelaporan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang berlaku.

Baca Juga |  Samsat Batoh Layani Pajak, STNK hingga Balik Nama

Selain itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Sabang, Misman, mengangkat pentingnya pendidikan politik untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga persatuan, dan membangun sikap saling menghormati di tengah perbedaan pilihan.

Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Citra, turut menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam kehidupan demokrasi, baik sebagai pemilih, penggerak pendidikan politik, maupun bagian dari pengambilan keputusan publik.

Berbagai perspektif tersebut diharapkan memperkaya pemahaman peserta mengenai demokrasi yang inklusif dan bertanggung jawab.

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus kegiatan. Perwakilan pelajar dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMK Negeri, sekolah menengah atas swasta, dan madrasah aliyah di Kota Sabang turut dilibatkan bersama mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta kelompok masyarakat lainnya.

Melalui dialog langsung dengan para pemangku kepentingan, peserta diharapkan memperoleh ruang untuk menyampaikan pandangan, mengajukan pertanyaan, dan memahami praktik demokrasi secara lebih terbuka.

Baca Juga |  Aktif Sejak Sekolah, Vathia Najwa Mantapkan Langkah di Ajang Inong Aceh

Pendidikan demokrasi juga diharapkan menanamkan pemahaman bahwa perbedaan pilihan bukan alasan untuk memutus persatuan. Sebaliknya, demokrasi membutuhkan musyawarah, penghormatan terhadap hak orang lain, dan kesediaan menerima hasil proses demokrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Diskusi ini dirancang melalui panel narasumber, sesi tanya jawab, dan urun gagasan peserta. Pokok-pokok pemikiran yang dihasilkan direncanakan dirangkum dalam dokumen “Catatan Nalar” sebagai bahan rekomendasi, advokasi, dan tindak lanjut program pendidikan politik di Kota Sabang.

ICMI dan Bawaslu Kota Sabang berharap kolaborasi tersebut dapat berkembang menjadi gerakan pendidikan demokrasi yang berkelanjutan, tidak hanya menjelang pemilu, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Melalui penguatan literasi politik dan partisipasi publik, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Flower Aceh Dorong Tempat Kerja Aman dan Bebas Kekerasan

Banda Aceh

DJKN Aceh Dorong Lingkungan Kerja Bebas Kekerasan
Pemulihan lahan petani Pasca bencana

Forum Publik

PERMAMPU Dorong Pemulihan Lahan dan Kepemimpinan Perempuan Petani
Advokasi perempuan berbasis data

Banda Aceh

Balai Syura dan UN Women Perkuat Advokasi Perempuan di Aceh
Pelatihan kepemimpinan perempuan

Banda Aceh

Balai Syura dan UN Women Perkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim
Hari Lansia Internasional 2026

Banda Aceh

Perempuan Lansia Perdesaan Diminta Tak Dipandang sebagai Beban
Riswati

Banda Aceh

Flower Aceh Dorong Implementasi RAD P3AKS di Aceh
Pemutaran film Inong Peudame tentang peran perempuan dalam perdamaian Aceh

Aceh Besar

Perempuan Aceh dan Perdamaian Dibahas dalam Dialog Inong Peudame