Banda Aceh — Polda Aceh mengajak masyarakat tetap tenang menyikapi isu yang beredar terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh. Kepolisian memastikan pasokan BBM di wilayah tersebut dalam kondisi aman berdasarkan keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Joko Krisdiyanto mengatakan pihaknya telah menerima penjelasan dari pihak Pertamina bahwa stok BBM di Aceh masih dalam kondisi terkendali dan distribusinya berjalan normal. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya terkait kemungkinan kelangkaan bahan bakar.
Penjelasan tersebut merujuk pada keterangan Sales Area Manager Retail Aceh Pertamina Patra Niaga Misbah Bukhori yang menyebutkan bahwa angka cadangan BBM selama 20 hari yang beredar di masyarakat bukan menunjukkan keterbatasan pasokan.
Menurutnya, angka tersebut merupakan standar cadangan operasional yang selama ini diterapkan dalam sistem distribusi BBM.
“Dua puluh hari yang dimaksud adalah cadangannya.
Secara kapasitas penyimpanan, kita sebenarnya bisa menampung hingga sekitar 25 sampai 26 hari. Angka 20 hari ini memang sudah lama menjadi standar operasional,” ujar Misbah dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Kamis (5/3/2026), seperti dikutip Kabid Humas Polda Aceh.
Pihak Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Pasokan energi di Aceh dipastikan tetap tersedia dan distribusi ke berbagai wilayah berlangsung normal. Karena itu, masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar sistem distribusi tetap berjalan stabil.
Dalam kesempatan yang sama, Polda Aceh juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan BBM demi keuntungan pribadi. Praktik tersebut berpotensi memicu kelangkaan di tingkat masyarakat serta mengganggu stabilitas distribusi energi di daerah.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan BBM. Apabila ditemukan adanya praktik penimbunan yang dapat menimbulkan kelangkaan, maka Polda Aceh akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Joko.
Polda Aceh menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina serta pihak terkait guna memastikan distribusi energi di Aceh tetap lancar dan aman. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif.








