Banda Aceh — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Wilayah DJBC Aceh resmi meluncurkan Buku Komoditas Ekspor dan Impor Aceh serta Infografis Komoditas Unggulan sebagai upaya memperkuat transparansi data perdagangan dan literasi ekonomi regional.
Peluncuran produk literasi data tersebut menjadi bagian dari komitmen Kanwil Bea Cukai Aceh menghadirkan informasi kepabeanan yang akurat, transparan, dan mudah diakses oleh pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat umum.
Kepala Kanwil DJBC Aceh mengatakan penyediaan data siap pakai atau readiness criteria menjadi langkah penting untuk mendukung pengambilan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Masyarakat berhak mengetahui secara jelas komoditas yang menjadi potensi ekspor dan impor di wilayahnya. Instrumen data ini kami hadirkan untuk melihat kondisi riil perekonomian daerah,” ujarnya.
Berdasarkan data perdagangan luar negeri tahun 2025, sektor energi dan pertambangan masih mendominasi ekspor Aceh dengan kontribusi mencapai 66,98 persen terhadap total devisa ekspor daerah.
Sementara pada sektor impor, komoditas Propana dan Butana tercatat mendominasi hingga 92,12 persen. Kondisi tersebut memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu hub distribusi energi di wilayah Sumatera bagian utara.
Selain diterbitkan dalam format buku digital atau e-book, Kanwil DJBC Aceh juga menyajikan data melalui infografis interaktif agar lebih mudah dipahami masyarakat tanpa proses birokrasi yang rumit.
Produk literasi data tersebut kini dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi PPID Kanwil Bea Cukai Aceh oleh instansi pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga pelaku usaha.
Kanwil DJBC Aceh menegaskan keterbukaan data perdagangan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat reformasi birokrasi menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026.









