Gayo Lues — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Langsa melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT Rosin Trading International di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan pelaku industri sekaligus mendukung peningkatan sektor ekspor di wilayah Aceh.
PT Rosin Trading International merupakan perusahaan penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Pembebasan yang bergerak dalam produksi gum rosin dan gum terpentine oil. Melalui fasilitas tersebut, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan devisa daerah.
Kegiatan CVC dilakukan sebagai sarana komunikasi langsung antara Bea Cukai dan pengguna jasa. Dalam pertemuan tersebut, tim Bea Cukai Langsa menggali berbagai kendala yang dihadapi perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan kepabeanan, sekaligus memberikan penjelasan dan solusi terkait regulasi yang berlaku.
Selain diskusi, tim juga meninjau langsung proses bisnis dan operasional perusahaan. Pembahasan difokuskan pada pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan, khususnya dalam pemanfaatan fasilitas KITE agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, menegaskan bahwa Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis dunia usaha.
Menurutnya, komunikasi aktif dengan pelaku industri penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekspor serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kerja sama antara Bea Cukai dan pelaku usaha semakin kuat. Sinergi tersebut dinilai mampu menciptakan iklim usaha yang sehat, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Aceh.








