Home / Aceh Utara / Lingkungan

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:20 WIB

Jembatan Bailey Polri di Aceh Utara Bergeser Akibat Luapan Sungai

Kondisi jembatan Bailey di Desa Lhok Cut sebagai jembatan penghubung empat desa di Kecamatan Sawang Aceh Utara. (Foto:Dok/Polda Aceh).

Kondisi jembatan Bailey di Desa Lhok Cut sebagai jembatan penghubung empat desa di Kecamatan Sawang Aceh Utara. (Foto:Dok/Polda Aceh).

Aceh Utara – Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah meninjau langsung kondisi Jembatan Bailey Polri Desa Lhok Cut di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Sabtu (14/3/2026) sore.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat di empat desa sekitar wilayah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda turut didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Dansat Brimob, Kapolres Lhokseumawe, serta Camat Sawang.

Rombongan meninjau langsung kondisi konstruksi jembatan sekaligus melihat perkembangan pekerjaan akses jalan penghubung menuju jembatan.

Baca Juga |  Ditreskrimsus Polda Aceh Usut Kasus Perambahan Hutan Bireuen

Kabid Humas Polda Aceh Joko Krisdiyanto mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, pembangunan Jembatan Bailey tersebut sebelumnya telah selesai dikerjakan dengan capaian 100 persen, baik pada pekerjaan pondasi maupun pemasangan konstruksi utama jembatan.

“Proses pembangunan jembatan ini dilaksanakan selama 43 hari hingga seluruh struktur utama dapat difungsikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar karena menjadi penghubung utama bagi empat desa dengan jumlah sekitar 1.354 kepala keluarga.

Baca Juga |  Kapolda Aceh dan Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Korban Banjir Pidie Jaya

Setiap hari, jembatan tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari petani yang mengangkut hasil kebun, pedagang yang menjalankan kegiatan ekonomi, hingga pelajar yang menuju sekolah.

Namun, pasca meluapnya air sungai dengan debit tinggi pada 11 Maret 2026, terjadi pergeseran pada pondasi tiang pancang yang mengakibatkan kemiringan sekitar 15 derajat pada salah satu bagian konstruksi jembatan.

Meski demikian, kondisi jembatan saat ini masih dapat dilalui kendaraan roda dua dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Baca Juga |  Relawan Bea Cukai Salurkan Bantuan ke Dayah Waled Lapang

Sementara itu, proses normalisasi serta perapihan jalan penghubung menuju jembatan masih terus dilakukan guna mendukung kelancaran akses masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, perbaikan terhadap pondasi jembatan yang mengalami pergeseran direncanakan akan dilaksanakan setelah perayaan Idul Fitri agar jembatan dapat kembali berfungsi secara optimal dan aman bagi masyarakat.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Pengelolaan pemanfaatan air

Lingkungan

Solusi Bangun Indonesia Manfaatkan Teknologi untuk Efisiensi Penggunaan Air
Longsor kembali terjadi di Aceh Tengah

Aceh Tengah

Longsor Kembali Terjang Aceh Tengah, Satu Warga Meninggal Dunia

Aceh Utara

Wagub Aceh Serahkan Bantuan Rp6,78 Miliar ke Aceh Utara
Bangkai gajah mati di areal perkebunan PT MPLI Aceh Tamiang.

Banda Aceh

Dua Gajah Mati Beruntun, BKSDA Aceh Didesak Evaluasi Menyeluruh
Dialog multipihak, FJL dan HAkA

Gayo Lues

Tanah Gayo Terancam Tambang, Kolaborasi Jadi Solusi
Musim kemarau di Aceh dan cuaca ekstrem.

Banda Aceh

Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh
Dugong Conservation. Natural Aceh dan Yayasan KEHATI.

Aceh Besar

Kemunculan Dugong Langka di Lamreh Picu Konservasi Habitat Lamun di Aceh
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang