Banda Aceh — Suasana halaman PAUD Intan Payong, Banda Aceh, tampak berbeda pada Selasa, 3 Februari 2026. Bukan sekadar kegiatan seremonial, Market Day Entrepreneur PAUD Intan Payong menjadi ruang belajar kontekstual yang memperkenalkan konsep kewirausahaan sejak usia dini melalui praktik langsung.
Mengusung tema “Serunya Jadi Entrepreneur Cilik”, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Anak-anak tidak hanya bermain peran, tetapi terlibat langsung sebagai penjual dan pembeli, mengenal transaksi sederhana, serta belajar berinteraksi secara sosial dengan pendampingan guru.
Sejak pagi, anak-anak PAUD tampak antusias menata lapak kecil mereka. Berbagai produk hasil kreativitas siswa dipajang, mulai dari makanan ringan buatan sederhana, minuman, aneka aksesoris, hingga karya kerajinan anak.

Proses jual beli dilakukan menggunakan uang mainan hingga uang sungguhan dalam pengawasan pendidik, sebagai sarana pengenalan nilai uang dan tanggung jawab.
Kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Sejumlah wahana edukatif turut dihadirkan, salah satunya permainan kincir air, yang dirancang untuk memperkenalkan konsep sebab-akibat dan kerja mekanis secara sederhana. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Market Day tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga stimulasi kognitif dan motorik anak.
Direktur PAUD Intan Payong, Dhulhadi, menjelaskan bahwa Market Day merupakan agenda tahunan yang dirancang secara sistematis sebagai bagian dari kurikulum penguatan karakter anak usia dini.
Menurutnya, pembelajaran tidak cukup dilakukan di ruang kelas, tetapi perlu diperluas ke pengalaman nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kemandirian dan keberanian anak sejak dini. Mereka belajar berdagang, berkomunikasi dengan teman-temannya, dan memahami peran sebagai penjual maupun pembeli,” ujar Dhulhadi.
Ia menegaskan bahwa pengenalan konsep kewirausahaan pada anak usia dini tidak dimaksudkan untuk mengejar orientasi bisnis semata, melainkan membangun karakter dasar seperti percaya diri, tanggung jawab, dan kemampuan bersosialisasi.
“Anak-anak juga mulai diperkenalkan pada konsep sederhana seperti usaha dan hasil, keuntungan, serta pentingnya kerja sama. Semua disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah pendampingan guru dan tenaga pendidik PAUD Intan Payong. Pendampingan ini memastikan bahwa setiap aktivitas tetap berada dalam koridor edukatif, aman, dan tidak membebani anak secara psikologis.
Dari sisi pendidikan, kegiatan seperti Market Day dinilai sejalan dengan pendekatan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Dalam konteks Aceh, inisiatif ini juga menjadi contoh praktik baik dalam memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini.
Market Day PAUD Intan Payong tidak hanya menjadi ajang bermain dan belajar, tetapi juga menjadi investasi sosial jangka panjang.
Melalui pengalaman sederhana ini, anak-anak diperkenalkan pada nilai kemandirian, kreativitas, dan kepercayaan diri—fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing di masa depan.








