Aceh Besar — Ratusan siswa sekolah dasar dari Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, mengikuti kegiatan outing class edukatif ke Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini diikuti 144 siswa bersama 17 guru pendamping dari Gugus I SD Suka Damai, sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas yang bertujuan memperluas wawasan peserta didik tentang dunia penerbangan dan kedirgantaraan.
Sejak pagi, kawasan Lanud SIM tampak dipadati rombongan siswa yang antusias mengenal lingkungan dan aktivitas di pangkalan udara TNI Angkatan Udara.
Setibanya di lokasi, para siswa disambut oleh Staf Seksi Teritorial (Ster) Lanud SIM yang kemudian memberikan pengenalan mengenai peran dan fungsi TNI Angkatan Udara, khususnya di wilayah Provinsi Aceh. Dalam sesi edukasi tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan motto Lanud SIM, “Meukilat Lagee Fajar”, yang bermakna bersinar seperti cahaya pagi.
Penjelasan disampaikan dengan pendekatan komunikatif dan sederhana agar mudah dipahami anak-anak, sekaligus menanamkan nilai disiplin, nasionalisme, dan kebanggaan terhadap dunia kedirgantaraan sejak usia dini.
Ketua Gugus I SD Suka Damai, Arji Yunandar, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan outing class ini dirancang sebagai metode pembelajaran alternatif yang menghubungkan materi di sekolah dengan pengalaman nyata di lapangan.
Menurutnya, total peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut mencapai 161 orang, terdiri dari siswa dan guru pendamping yang berasal dari SDN Suka Damai, SDN 1 Saree, SDN 2 Saree, SDN Blang Lambaro, dan SDN Blang Phon.
Kegiatan ini mengusung tema “Mengenal Dunia Penerbangan”, sebagai upaya memperkenalkan profesi, teknologi, serta peran strategis TNI AU kepada peserta didik.
Arji menambahkan, pemilihan Lanud SIM sebagai lokasi outing class dinilai sangat relevan karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung di lingkungan yang berkaitan dengan dunia penerbangan.
Ia berharap pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, motivasi belajar, serta cita-cita siswa di masa depan.
Pihak sekolah menilai kegiatan semacam ini penting untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan, dengan melibatkan institusi negara secara positif dan edukatif.








