Home / Forum Publik

Selasa, 8 September 2026 - 08:17 WIB

PERMAMPU Soroti Hak Kesehatan Seksual Perempuan Lansia

Medan – Konsorsium Perempuan Sumatera Mampu (PERMAMPU) menyoroti masih terbatasnya perhatian terhadap hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) perempuan lanjut usia (lansia) dan pra-lansia. Padahal, kesehatan seksual merupakan bagian dari hak asasi manusia yang melekat sepanjang siklus kehidupan.

Sorotan tersebut disampaikan PERMAMPU dalam memperingati Hari Kesehatan Seksual Internasional 2026 melalui pertemuan hybrid bertema “Merayakan HKSR di Seluruh Siklus Kehidupan”, Senin (7/9/2026).

Kegiatan berlangsung melalui sekitar 25 titik kumpul luring dan daring di kabupaten/kota pada 10 provinsi wilayah anggota PERMAMPU di Pulau Sumatera. Sebanyak 262 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 258 perempuan dan empat laki-laki.

Peserta mencakup 51 perempuan lansia dan 94 pra-lansia anggota Credit Union (CU), Forum Perempuan Muda (FPM), pengurus FKPAR dan CU, kader OSS&L, femokrat dari Dinas P3A, tenaga kesehatan puskesmas, Dinas Kesehatan, keluarga pembaharu khususnya keluarga sandwich generation, serta lembaga jaringan penguatan perempuan.

Koordinator Konsorsium PERMAMPU, Dina Lumbantobing, mengatakan kesehatan dan hak seksual serta reproduksi merupakan bagian integral dari hak asasi manusia yang harus dipenuhi pada seluruh tahapan kehidupan.

Baca Juga |  Delegasi IWO Aceh Hadiri Rakernas dan HUT ke-14 di Bengkulu

“Perempuan lansia menghadapi dinamika kesehatan seksual yang kompleks, tetapi terkendala oleh minimnya ruang aman untuk mendiskusikannya secara kritis serta tingginya stigma masyarakat,” ujar Dina.

Menurutnya, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesejahteraan mental, emosional dan sosial. Karena itu, pembahasan mengenai kesehatan seksual perempuan tidak semestinya berhenti pada kelompok remaja maupun usia produktif.

Dalam kegiatan tersebut, PERMAMPU menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri, dr. Nur Riviati, SpPD, K-Ger, yang memberikan perspektif medis mengenai kesehatan seksual pada lansia.

Nur Riviati menegaskan, seksualitas pada lansia tidak semata-mata berkaitan dengan performa fisik. Seiring pertambahan usia, seksualitas dapat bertransformasi dan mencakup keintiman emosional, sentuhan, kasih sayang serta kelembutan.

“Seksualitas merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Jika aspek seksualitas tidak diperhatikan, dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan psikologis lansia, bahkan berkontribusi memunculkan depresi,” katanya.

PERMAMPU menemukan salah satu hambatan utama pemenuhan HKSR adalah tabu sosial dan persepsi keliru mengenai seksualitas. Pembicaraan tentang seksualitas masih sering disamakan dengan hubungan seksual semata.

Baca Juga |  Perempuan Aceh Bawa MARNIA ke Panggung Nasional, Bidik Pasar Asia

Padahal, edukasi seksualitas secara holistik mencakup otonomi tubuh, kontrasepsi, pencegahan penyakit menular seksual hingga dinamika reproduksi pada masa perimenopause dan pascamenopause.

Dari refleksi dan diskusi peserta, PERMAMPU mengidentifikasi sejumlah tantangan. Perempuan lansia masih menghadapi keterbatasan ruang aman untuk menyampaikan pengalaman maupun keluhan kesehatan seksual.

Stigma juga membuat sebagian perempuan lansia merasa enggan atau tidak pantas membicarakan persoalan tersebut, bahkan kepada tenaga kesehatan.

Di sisi lain, layanan dan informasi kesehatan seksual masih cenderung berorientasi pada usia produktif. Akibatnya, kebutuhan perempuan pada masa perimenopause hingga pascamenopause belum mendapatkan perhatian secara memadai.

PERMAMPU juga menemukan kecenderungan lansia mengabaikan keluhan karena tidak ingin membebani anak atau keluarga. Dalam kondisi tertentu, keluhan mereka bahkan dianggap remeh oleh lingkungan sekitar.

Keterbatasan tenaga ahli menjadi persoalan lainnya. Jumlah dokter spesialis geriatri masih minim, sementara layanan geriatri dan kesehatan seksual belum merata hingga tingkat puskesmas.

PERMAMPU mendorong agar hak kesehatan seksual lansia diakui sebagai bagian dari layanan kesehatan dasar. Puskesmas dan Posyandu Lansia diharapkan menyediakan informasi serta pemeriksaan yang ramah, tidak menghakimi dan menjamin kerahasiaan.

Baca Juga |  Natural Aceh : Kopi Gayo Jadi Mesin Bisnis KDMP Aceh Tengah

Pendidikan seksual berbasis keluarga dan komunitas juga perlu diperkuat dengan mencakup seluruh kelompok umur, mulai anak, remaja, dewasa, pra-lansia hingga lansia, termasuk perempuan dengan disabilitas.

PERMAMPU juga mendorong pembentukan ruang aman di tingkat komunitas melalui CU, FKPAR dan kader OSS&L untuk membahas persoalan kesehatan seksual secara terbuka, kritis dan bebas stigma.

Sebagai tindak lanjut, PERMAMPU akan melakukan pemetaan isu spesifik hak seksual perempuan lansia di setiap wilayah untuk menjadi bahan advokasi kebijakan publik. Integrasi layanan HKSR lansia dengan Dinas Kesehatan, Dinas P3A, puskesmas dan jaringan perempuan juga akan didorong.

Selain itu, PERMAMPU akan memperkuat kapasitas keluarga pembaharu, khususnya sandwich generation, serta mengembangkan materi komunikasi, informasi dan edukasi mengenai kesehatan seksual perempuan lansia, termasuk mitos dan fakta serta akses layanan.

PERMAMPU menegaskan komitmennya untuk mendorong pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi perempuan secara inklusif di seluruh tahapan kehidupan, dengan perhatian khusus kepada perempuan lansia dan pra-lansia.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Pelayanan masyarakat

Banda Aceh

Samsat Batoh Layani Pajak, STNK hingga Balik Nama
Peserta workshop flower Aceh

Aceh Besar

Perempuan dan Anak Muda Didorong Jadi Penggerak Dunia Kerja Inklusif
Business matching koperasi komoditi kopi Aceh Tengah

Aceh Tengah

Natural Aceh : Kopi Gayo Jadi Mesin Bisnis KDMP Aceh Tengah

Banda Aceh

Brave Kids Festival Hadirkan Ruang Kreatif bagi 100 Anak di Banda Aceh
Spanduk kritik politik di simpang Surabaya Banda Aceh

Banda Aceh

Misteri Spanduk “200 T Bohong, Rakyat Melarat” di Banda Aceh

Banda Aceh

Amrina Habibi Ajak Perkuat Perlindungan Hak di Dunia Kerja

Banda Aceh

Riswati: Perempuan Berhak Sukses Tanpa Kehilangan Dirinya

Banda Aceh

Flower Aceh Buka Ruang Diskusi Kepemimpinan Perempuan dan Dunia Kerja Inklusif