Home / Aceh Tengah / Lingkungan

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:28 WIB

Personel Kodim 0106/Aceh Tengah Gerak Cepat Tangani Longsor di Genting Gerbang

Babinsa Koramil 08 Silih Nara memantau lokasi longsor di Aceh Tengah. (Foto:Dok/Kodam IM)

Babinsa Koramil 08 Silih Nara memantau lokasi longsor di Aceh Tengah. (Foto:Dok/Kodam IM)

Aceh Tengah — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat (8/5/2026), memicu terjadinya tanah longsor di ruas jalan Desa Genting Gerbang. Material longsor sempat menutup akses utama dan menyebabkan jalur transportasi warga lumpuh sementara.

Berdasarkan informasi dari Babinsa Koramil 08/Silih Nara Kodim 0106/Aceh Tengah, Nopri Ifindi, hujan deras mulai turun sejak sore hari. Kondisi tanah yang sebelumnya labil akibat dampak bencana hidrometeorologi tidak mampu menahan debit air, sehingga terjadi longsor di lokasi tersebut.

Baca Juga |  Jembatan Bailey Polri di Aceh Utara Bergeser Akibat Luapan Sungai

Material tanah menutupi badan jalan sepanjang sekitar 50 meter dengan ketebalan mencapai 40 sentimeter. Selain itu, luapan air dari anak sungai di sekitar lokasi turut menggenangi ruas jalan, sehingga akses penghubung Desa Genting Gerbang menuju Pepayungen Angkup sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga |  Dugaan Pungli di Puskesmas Masjid Raya, Foreder Minta Kepala Puskesmas Dicopot

Menindaklanjuti kejadian itu, Babinsa segera melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparatur desa serta instansi terkait. Upaya percepatan penanganan dilakukan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah dan pihak swasta untuk mendatangkan alat berat.

Sekitar pukul 19.30 WIB, satu unit grader milik PT Hadi Karya tiba di lokasi dan langsung melakukan pembersihan material longsor. Tidak lama kemudian, satu unit loader milik BPBD Aceh Tengah turut membantu proses penanganan.

Baca Juga |  Kapal MV Egon Sandar di Krueng Geukueh, Polri Kirim Logistik dan 220 Personel

Berkat kerja sama lintas sektor, pembersihan selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Jalur Desa Genting Gerbang menuju Pepayungen Angkup kembali dapat dilalui secara normal. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Meski akses telah pulih, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah masih labil dan curah hujan berpotensi meningkat.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Dua Gajah Mati Beruntun, BKSDA Aceh Didesak Evaluasi Menyeluruh
Dialog multipihak, FJL dan HAkA

Gayo Lues

Tanah Gayo Terancam Tambang, Kolaborasi Jadi Solusi
Musim kemarau di Aceh dan cuaca ekstrem.

Banda Aceh

Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh
Sekolah darurat Aceh Tengah

Aceh Tengah

Ketua TP PKK Aceh Kunjungi Sekolah Darurat Pascabencana di Linge
Dugong Conservation. Natural Aceh dan Yayasan KEHATI.

Aceh Besar

Kemunculan Dugong Langka di Lamreh Picu Konservasi Habitat Lamun di Aceh
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang
Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

Lingkungan

Mahasiswa Aceh-Malaya, Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera
Gempa Magnitudo 6,7

Lingkungan

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BPBD Data Kerusakan dan Dampak