Takengon — Bencana tanah longsor melanda Desa Sanihen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Senin sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Longsor terjadi di tengah kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Aceh. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor pemicu longsor, meski penyebab pasti peristiwa masih memerlukan penanganan dan asesmen lebih lanjut dari pihak berwenang.
Material longsor juga menutup sejumlah akses jalan menuju beberapa desa di sekitar lokasi. Kondisi tersebut mengganggu mobilitas warga sekaligus menyulitkan proses evakuasi korban dan distribusi bantuan.
Tim gabungan bersama relawan masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Upaya tersebut meliputi evakuasi korban, pembersihan material longsor, serta pembukaan kembali jalur yang tertutup.
Kondisi di sekitar lokasi masih perlu diwaspadai karena hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi berpotensi kembali terjadi. Ancaman longsor susulan menjadi salah satu risiko yang harus diperhitungkan selama proses penanganan berlangsung.
Seorang relawan di Posko Rakyat, Azir, mengatakan pihaknya terus membantu masyarakat terdampak dengan kemampuan yang tersedia di lapangan.
“Kami yang berada di lapangan hanya bisa terus bergerak, membantu sebisa mungkin, dan berharap kondisi segera membaik. Semoga tidak ada lagi korban,” ujarnya.
Azir juga mengajak masyarakat mendoakan keselamatan para korban serta seluruh tim gabungan dan relawan yang masih bertugas di lokasi bencana.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Provinsi Aceh dalam status siaga banjir sejak 2 September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat hujan berintensitas tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Warga diminta segera menuju lokasi yang lebih aman apabila kondisi lingkungan menunjukkan tanda-tanda potensi longsor.
Selain keselamatan warga, pembukaan kembali akses jalan menjadi bagian penting dalam penanganan agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan.
Tim gabungan dan relawan diharapkan terus memantau kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari petugas selama kondisi darurat berlangsung.









