Home / Aceh Tengah / Lingkungan

Senin, 14 September 2026 - 17:43 WIB

Longsor Kembali Terjang Aceh Tengah, Satu Warga Meninggal Dunia

Material longsor menutup akses jalan menuju sejumlah desa di Aceh Tengah. (Foto: Dok/Ist)

Material longsor menutup akses jalan menuju sejumlah desa di Aceh Tengah. (Foto: Dok/Ist)

Takengon — Bencana tanah longsor melanda Desa Sanihen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Senin sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Longsor terjadi di tengah kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Aceh. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor pemicu longsor, meski penyebab pasti peristiwa masih memerlukan penanganan dan asesmen lebih lanjut dari pihak berwenang.

Material longsor juga menutup sejumlah akses jalan menuju beberapa desa di sekitar lokasi. Kondisi tersebut mengganggu mobilitas warga sekaligus menyulitkan proses evakuasi korban dan distribusi bantuan.

Baca Juga |  Keren! WCD Aceh 2025 Sasar 50 Persen Sampah Terpilah

Tim gabungan bersama relawan masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Upaya tersebut meliputi evakuasi korban, pembersihan material longsor, serta pembukaan kembali jalur yang tertutup.

Kondisi di sekitar lokasi masih perlu diwaspadai karena hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi berpotensi kembali terjadi. Ancaman longsor susulan menjadi salah satu risiko yang harus diperhitungkan selama proses penanganan berlangsung.

Seorang relawan di Posko Rakyat, Azir, mengatakan pihaknya terus membantu masyarakat terdampak dengan kemampuan yang tersedia di lapangan.

“Kami yang berada di lapangan hanya bisa terus bergerak, membantu sebisa mungkin, dan berharap kondisi segera membaik. Semoga tidak ada lagi korban,” ujarnya.

Baca Juga |  Ditreskrimsus Polda Aceh Usut Kasus Perambahan Hutan Bireuen

Azir juga mengajak masyarakat mendoakan keselamatan para korban serta seluruh tim gabungan dan relawan yang masih bertugas di lokasi bencana.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Provinsi Aceh dalam status siaga banjir sejak 2 September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat hujan berintensitas tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Warga diminta segera menuju lokasi yang lebih aman apabila kondisi lingkungan menunjukkan tanda-tanda potensi longsor.

Baca Juga |  Banjir Aceh Timur Hantam 29.706 Warga, Tani Merdeka Dirikan Posko Donasi di Idi

Selain keselamatan warga, pembukaan kembali akses jalan menjadi bagian penting dalam penanganan agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan.

Tim gabungan dan relawan diharapkan terus memantau kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari petugas selama kondisi darurat berlangsung.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Aceh Tengah

Pegawai Rutan Takengon Raih Pemuda Berprestasi Aceh 2026
Pemberdayaan ekonomi perempuan pesisir aceh

Banda Aceh

Natural Aceh Dorong Ekonomi Perempuan ke Forum Internasional
Kabut asap karhutla menyelimuti Aceh.

Banda Aceh

Kabut Asap Makin Pekat, Kesiapan Pemerintah Lindungi Warganya Diuji
Pengelolaan pemanfaatan air

Lingkungan

Solusi Bangun Indonesia Manfaatkan Teknologi untuk Efisiensi Penggunaan Air
Business matching koperasi komoditi kopi Aceh Tengah

Aceh Tengah

Natural Aceh : Kopi Gayo Jadi Mesin Bisnis KDMP Aceh Tengah
Kapolda tanam bawang putih di Aceh Tengah

Aceh Tengah

Kapolda Tanam Bawang Putih, Dukung Swasembada Pangan
Bangkai gajah mati di areal perkebunan PT MPLI Aceh Tamiang.

Banda Aceh

Dua Gajah Mati Beruntun, BKSDA Aceh Didesak Evaluasi Menyeluruh
Dialog multipihak, FJL dan HAkA

Gayo Lues

Tanah Gayo Terancam Tambang, Kolaborasi Jadi Solusi