Aceh Utara – Polda Aceh menggelar latihan taktis jungle warfare bagi personel Brimob di wilayah pedalaman Aceh Utara, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan berintensitas tinggi.
Latihan tersebut dibuka langsung oleh Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, di kawasan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (1/4/2026).
Sebanyak 413 personel dilibatkan dalam kegiatan ini, terdiri dari 217 personel Satbrimob dan 196 personel dari jajaran Polda Aceh. Selain itu, Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe turut mengerahkan masing-masing 100 personel dalam upacara pembukaan.
Kapolda Aceh menyatakan, latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dan taktis personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, khususnya di medan hutan dan wilayah terpencil.
“Latihan ini tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga ketahanan mental, kecerdasan taktis, serta soliditas tim dalam menghadapi berbagai skenario ancaman,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika keamanan yang semakin kompleks, baik di tingkat nasional maupun global, menuntut kesiapan personel dalam menghadapi ancaman seperti kejahatan bersenjata, perampokan, hingga terorisme.
Ia menambahkan, kondisi geografis Aceh yang didominasi hutan dan pegunungan menjadi tantangan tersendiri, sehingga kemampuan jungle warfare menjadi kebutuhan strategis bagi Korps Brimob.
Latihan yang berlangsung selama satu bulan, mulai 30 Maret hingga 28 April 2026, ini dirancang dengan skenario mendekati kondisi nyata di lapangan. Peserta dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam, serta menjaga koordinasi dalam situasi tekanan tinggi.
Polda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap aktivitas latihan, karena seluruh simulasi menggunakan peluru hampa dan bahan peledak ringan.
Melalui latihan ini, diharapkan profesionalisme dan kesiapsiagaan personel Brimob semakin meningkat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.








