Home / Aceh Utara / Lingkungan

Jumat, 3 April 2026 - 12:26 WIB

132 KK Warga Babah Krueng Sawang Tempati Huntara Tidak Layak Huni

Kondisi Huntara korban banjir Aceh Sawang tidak layak, sanitasi buruk, risiko kesehatan meningkat drastis. (Foto:Dok/Ist).

Kondisi Huntara korban banjir Aceh Sawang tidak layak, sanitasi buruk, risiko kesehatan meningkat drastis. (Foto:Dok/Ist).

Sawang — Sebanyak 132 kepala keluarga (KK) warga Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, mulai menempati hunian sementara (huntara) sejak 14 Februari 2026. Hunian tersebut dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana di empat titik lokasi berbeda.

Rinciannya, 94 bilik berada di lapangan bola dekat SD Negeri 5 Sawang, 13 bilik di lingkungan Dayah Sirathul Huda, 20 bilik di area masjid, dan 5 bilik di sekitar bendungan.

Namun, kondisi huntara tersebut kini menjadi sorotan. Ketua YPANBA, Ruwaida, menilai bangunan hunian belum memenuhi standar kelayakan, baik dari sisi kesehatan maupun keamanan.

Baca Juga |  Huntara Pengungsi Banjir Aceh Timur Menunggu Surat Bupati

“Masyarakat akan menghadapi kesulitan ganda jika hunian tidak layak. Huntara seharusnya memenuhi standar kesehatan dan keselamatan sebagai hak dasar warga,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Di lokasi utama yang dihuni 94 KK, terdapat kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta penyandang disabilitas. Salah seorang warga, Mahyuni, mengungkapkan bahwa bilik huntara sering mengalami kebanjiran saat hujan deras. Kondisi ini diperparah oleh sistem sanitasi yang belum memadai.

Baca Juga |  Dunia Kerja Inklusif, Flower Aceh Dorong Penguatan Hak Pekerja

“Air limbah dari MCK sering meluap dan masuk ke dalam bilik saat hujan. Bau tidak sedap dan kondisi ini sangat mengganggu,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan warga, termasuk potensi penyebaran penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis. Selain itu, buruknya sanitasi juga berpotensi berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan.

Baca Juga |  Presiden Tinjau Huntara Danantara Aceh Tamiang, BSI Turut Mendukung

YPANBA menilai pemerintah perlu memastikan standar yang sama dalam pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) agar tidak menimbulkan kesenjangan kualitas bagi penyintas bencana.

Lembaga tersebut juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kondisi huntara, guna menjamin keselamatan dan kenyamanan warga.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Aceh Utara

Ladang Ganja 18 Hektare Ditemukan di Aceh Utara, 4 Terduga Diamankan
Pemberdayaan ekonomi perempuan pesisir aceh

Banda Aceh

Natural Aceh Dorong Ekonomi Perempuan ke Forum Internasional
Kabut asap karhutla menyelimuti Aceh.

Banda Aceh

Kabut Asap Makin Pekat, Kesiapan Pemerintah Lindungi Warganya Diuji
Dek Fadh bersilaturahmi di rumah duka Hj Ramlah

Aceh Utara

Dek Fadh Sampaikan Belasungkawa ke Keluarga Ketua Komisi I DPRA
Pengelolaan pemanfaatan air

Lingkungan

Solusi Bangun Indonesia Manfaatkan Teknologi untuk Efisiensi Penggunaan Air
Longsor kembali terjadi di Aceh Tengah

Aceh Tengah

Longsor Kembali Terjang Aceh Tengah, Satu Warga Meninggal Dunia

Aceh Utara

Wagub Aceh Serahkan Bantuan Rp6,78 Miliar ke Aceh Utara
Bangkai gajah mati di areal perkebunan PT MPLI Aceh Tamiang.

Banda Aceh

Dua Gajah Mati Beruntun, BKSDA Aceh Didesak Evaluasi Menyeluruh