Home / Pendidikan

Senin, 20 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Saat Duta Siswa Aceh Bicara Tentang Influencer Positif

Sesi Talk and Trends bertema Siap Jadi Influencer untuk Kebaikan berlangsung penuh semangat. (Foto:Dok/Ist)

Sesi Talk and Trends bertema Siap Jadi Influencer untuk Kebaikan berlangsung penuh semangat. (Foto:Dok/Ist)

Banda Aceh — Di era digital yang serba cepat, menjadi influencer bukan hanya soal popularitas, tapi juga tentang tanggung jawab untuk menyebarkan hal-hal positif. Pesan ini mengemuka dalam program “Talk and Trends” bertajuk “Siap Jadi Influencer untuk Kebaikan” yang diselenggarakan RRI PRO 2 dipandu oleh Salsabila Husnul, dengan menghadirkan tiga narasumber muda inspiratif asal Aceh, Senin 20/10/2025.

Mereka adalah Abiy Haidar Farras (Duta Siswa Peduli Sosial Utama Putra Aceh 2025), Mifta Khairiah (Duta Siswa Peduli Sosial Utama Putri Aceh 2025), dan Adelia Putri (Duta Siswa Pendidikan Putri Aceh 2025). Ketiganya berbagi kisah perjalanan menjadi duta muda dan bagaimana media sosial bisa menjadi sarana perubahan positif bagi generasi remaja.

Baca Juga |  TK Angkasa Lanud SIM Meriahkan Festival Edukasi Nasional

Jadi Influencer Bukan Sekadar Populer, Tapi Menginspirasi

Dalam sesi tersebut, Abiy Haidar Farras menyampaikan pandangannya tentang pentingnya menggunakan media sosial secara bijak.

“Saya memposting prestasi-prestasi saya, seperti kegiatan Duta dan FLS2N yang kemarin Alhamdulillah meraih juara di tingkat kabupaten/kota. Tapi semua itu bukan untuk membanggakan diri, melainkan untuk menginspirasi teman-teman agar bisa jadi seperti saya — bahkan lebih baik,” ujar Abiy.

Senada dengannya, Mifta Khairiah juga berbagi motivasi tentang bagaimana aktivitas positif di media sosial bisa menjadi contoh yang membangun.

“Saya sering memposting kegiatan saat mengikuti organisasi atau acara Duta. Harapan saya, teman-teman yang melihat itu bisa termotivasi untuk ikut mencoba hal-hal baru,” katanya.

Baca Juga |  Wagub Aceh Sambut Kedatangan Ketua MPR RI

Sementara itu, Adelia Putri menambahkan bahwa menjadi influencer sejati dimulai dari niat untuk menyebarkan nilai-nilai positif.

“Saya senang memposting hal-hal yang bisa memotivasi, entah di story atau di feed. Tujuannya sederhana — supaya teman-teman bisa terinspirasi dan berani melangkah,” ujarnya.

Pesan untuk Generasi Muda: Berani, Bicara, dan Beraksi

Ketiganya juga menyampaikan pesan penuh semangat bagi para remaja Aceh untuk terus berkembang dan tidak takut menghadapi tantangan.

“Jangan takut gagal. Jadikan kegagalan sebagai batu loncatan untuk masa depan dan pelajaran berharga untuk jadi lebih baik,” pesannya.

“Public speaking itu penting banget. Mulai dari sekarang belajar bicara di depan orang banyak, karena kemampuan itu akan berguna seumur hidup,” ungkapnya.

Baca Juga |  Update Banjir Sumatera 2025: 883 Tewas, 500 Lebih Hilang

Sementara Mifta Khairiah mengingatkan pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

“Berani melangkah dari zona nyaman artinya kamu sudah satu langkah lebih hebat dari sebelumnya. Jadi, semangat terus!” katanya penuh keyakinan.

Inspirasi Positif dari Aceh untuk Generasi Z

Talkshow “Talk and Trends” ini bukan hanya jadi ajang berbagi cerita, tetapi juga wadah membangun semangat dan kesadaran digital positif di kalangan remaja Aceh.

Ketiga Duta Siswa ini membuktikan bahwa menjadi influencer bukan hanya tentang followers, melainkan tentang dampak positif yang bisa ditinggalkan bagi sesama.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Peneliti myra 2025

Pendidikan

Pelajar Madrasah Aceh Borong Prestasi MYRA 2025: Acer Apresiasi Peneliti Muda Terbaik
Rijalul Maula

Nasional

Rijalul Maula Wakili Aceh sebagai Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
Program e-learning Polri

Pendidikan

Polda Aceh Kenalkan Platform E-Learning Polri untuk Pelajar
Anak-anak PAUD Intan Payong mengikuti Market Day di Banda Aceh

Pendidikan

Market Day PAUD Intan Payong, Belajar Wirausaha Sejak Usia Dini
Ketua Posko Yabani, Dhulhadi bersama warga Babah Suak

News

Ketika Relawan Hadir: Kisah Anak-Anak Di Babah Suak, Langsung Masuk SD Tanpa TK
pemulihan psikososial YABANI

News

Dari Banjir ke Harapan, YABANI Pulihkan Mental Anak Aceh Utara
Relawan Yabani foto bersama anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang.

News

Relawan Yabani Gelar Trauma Healing Islami untuk Anak Korban Bencana Aceh Tamiang
Sulthan Fathani dan Illiza Sa'aduddin Djamal.

Dialog Publik

Sulthan Fathani, Pelajar Banda Aceh yang Konsisten di Ruang Publik