Home / News

Sabtu, 29 November 2025 - 16:32 WIB

Koalisi Sipil Desak Presiden Tetapkan Darurat Bencana Nasional

Ilustrasi AI : Banjir besar melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ilustrasi AI : Banjir besar melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Banda Aceh — Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana mendesak Presiden Republik Indonesia segera menetapkan Status Darurat Bencana Nasional atas banjir besar yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 26–28 November 2025. Desakan ini muncul karena dampak bencana dinilai sudah melampaui kapasitas pemerintah daerah untuk menangani, Sabtu, 29 November 2025.

Koalisi ini terdiri dari LBH Banda Aceh, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), serta International Conference on Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS).

Dalam keterangan resminya, koalisi menegaskan bahwa banjir besar yang menerjang tiga provinsi telah menimbulkan kerusakan luas. Ribuan warga masih terisolasi, puluhan ribu rumah terendam, sementara akses jalan nasional antarprovinsi hingga antarkabupaten/kota banyak yang putus total.

Baca Juga |  Demo DPR Aceh 1 September Hasilkan 7 Tuntutan Utama

Sejumlah fasilitas publik—mulai dari sekolah, rumah sakit, jembatan, hingga kantor pemerintah—mengalami kerusakan berat. Di beberapa wilayah, kelangkaan kebutuhan pokok dan padamnya listrik memperburuk kondisi warga yang kini menghadapi keterbatasan logistik.

“Kapasitas pemerintah daerah tidak lagi memadai. Termasuk kondisi fiskal yang sangat rendah, terutama di Aceh, sehingga tidak mampu melakukan penanganan bencana secara berkelanjutan,” tegas koalisi.

Koalisi juga menyebut banyak daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat secara resmi telah menyatakan tidak sanggup menangani bencana ini.

Baca Juga |  Gerakan Perempuan Aceh Gelar “Sehari Bersama Penyintas” di Pidie Jaya

Koalisi menyebut bahwa penetapan Status Darurat Bencana Nasional telah memiliki landasan hukum kuat melalui: UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, PP No. 21/2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Perpres No. 17/2018 dan Berbagai pedoman terkait keadaan darurat bencana.

Indikator yang mendukung penetapan darurat nasional antara lain: korban jiwa dalam jumlah besar, kerugian material signifikan, cakupan wilayah terdampak luas, fungsi pelayanan publik lumpuh, dan ketidakmampuan pemerintah daerah memobilisasi sumber daya.

Baca Juga |  Residivis Pencurian di Sejumlah Warkop di Banda Aceh Ditangkap Polisi

Koalisi mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan Darurat Bencana Nasional sebagai bentuk kehadiran negara untuk pemenuhan hak dasar korban. Selain itu, mereka meminta Gubernur Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk bersama-sama mengajukan permintaan resmi kepada Presiden.

“Situasi ini tidak bisa lagi ditangani secara lokal. Dibutuhkan komando nasional agar penanganan, evakuasi, logistik, dan pemulihan dapat dilakukan cepat dan terkoordinasi.”

Koalisi menegaskan bahwa langkah ini penting agar bantuan dapat masuk lebih cepat dan efektif di tengah keterbatasan akses dan lumpuhnya jaringan telekomunikasi di banyak wilayah terdampak.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

News

Kapolda Aceh Tekankan Pelayanan Humanis Saat Kunker ke Aceh Tenggara
Suasana ricuh di sekitar Kantor Gubernur Aceh Rabu sore

News

Demo Tolak Pergub JKA Berujung Ricuh, Aparat Bubarkan Massa
Yulindawati, aktivis kebijakan publik

News

Yulindawati Kritik Pergub JKA, Minta Kepastian Perlindungan Rakyat
Keterangan pers juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Efendi terkait Pergub JKA

News

Jubir Nurlis Sebut Mahasiswa Tolak Dialog Soal Pergub JKA
Kunjungan Duta Besar Australia Rod Brazier ke permampu medan

News

Dubes Australia Apresiasi PERMAMPU-PESADA
Wagub Aceh Tinjau infrastruktur Aceh Tamiang

Daerah

Wagub Aceh Pantau Kondisi Infrastruktur dan PDAM di Aceh Tamiang
Audiensi Sengketa bumi flora

Daerah

Polda Aceh Mediasi Sengketa HGU PT Bumi Flora
Masa aksi demo JKA di kantor gubernur aceh

News

Demo Pergub Nomor 2 JKA Berlanjut Hingga Malam, Polisi Kawal Ketat Lokasi