Aceh Besar — Di tengah arus modernisasi, persoalan sanitasi dan akses air bersih masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat pedesaan di Aceh Besar. Fakta di lapangan menunjukkan, masih banyak warga yang belum memiliki jamban di rumah dan bergantung pada sungai untuk mandi serta mencuci. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya risiko stunting di wilayah tersebut.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meninjau langsung situasi tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kuta Cot Glie, Selasa (7/10/2025). Dalam kunjungan itu, Wamen menyambangi salah satu rumah warga yang dihuni ibu hamil tujuh bulan tanpa fasilitas jamban.
“Kita harus berkolaborasi untuk memastikan keluarga berisiko stunting memiliki jamban yang layak dan akses air bersih. Kader-kader kami akan terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya pola hidup bersih dan sehat,” tegas Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Program ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam menurunkan angka stunting secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas sektor.
Selain fokus pada pemenuhan gizi anak, Program Genting juga menyalurkan bantuan nutrisi bagi daerah yang belum terjangkau oleh Program Makan Bersama Gratis (MBG) — sebuah inisiatif yang menyediakan makanan tambahan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia di bawah dua tahun.
“Selain nutrisi, salah satu cara pencegahan stunting adalah dengan memastikan sanitasi layak, jamban yang baik, dan edukasi penggunaan jamban. Kadang jamban sudah ada, tapi belum dimanfaatkan dengan benar karena kurangnya edukasi,” jelas Wamen Ratu Ayu.
Upaya pencegahan stunting juga diperkuat melalui kerja sama lintas sektor, di antaranya dengan TNI melalui program TNI Manunggal Air, serta dukungan berbagai perusahaan dalam penyediaan jamban dan bantuan nutrisi bagi keluarga rentan.
Sementara itu, Nurlela, seorang ibu hamil penerima manfaat, mengaku selama empat tahun keluarganya hidup tanpa jamban karena keterbatasan ekonomi.
“Kami tidak mampu membangun jamban sendiri. Semoga ada bantuan dari pemerintah,” ujarnya dengan haru.
Selain membangun infrastruktur dasar, program ini juga menekankan pentingnya peran kader di tingkat desa. Para kader dilatih untuk memberikan edukasi tentang pola hidup bersih, sanitasi sehat, dan pentingnya gizi seimbang bagi ibu serta anak.
Melalui sinergi lintas sektor ini, pemerintah berharap angka stunting di Aceh Besar dapat terus ditekan, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi, air bersih, dan nutrisi bagi generasi masa depan.








