Home / Banda Aceh / Pemerintah

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:16 WIB

Sejumlah Investor Lirik Hilirisasi Migas di KEK Arun

Pertemuan Pemerintah Aceh dengan PT Indoasia Oiltank Terminal. (Foto:Dok/Adpim)

Pertemuan Pemerintah Aceh dengan PT Indoasia Oiltank Terminal. (Foto:Dok/Adpim)

Banda Aceh – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe semakin menarik perhatian investor nasional maupun asing seiring besarnya potensi cadangan gas di Blok Andaman. Sejumlah perusahaan mulai menjajaki peluang investasi di sektor industri hilir migas meski pengembangan lapangan gas masih berada pada tahap persiapan.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyatakan pemerintah membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin menanamkan modal di KEK Arun sebagai pusat pengembangan hilirisasi migas di Aceh.

“Hilirisasi migas dari Blok Andaman memang menjadi agenda utama Gubernur Mualem. Semoga ini membawa kebaikan dan kemakmuran bagi Aceh,” kata Nurlis di Banda Aceh, Senin (13/7/2026).

Menurut Nurlis, Gubernur juga meminta seluruh pemangku kepentingan menyiapkan berbagai kebutuhan, khususnya dari sisi Pemerintah Aceh, agar pengembangan industri hilir dapat berjalan optimal ketika produksi gas dimulai.

Baca Juga |  AMM Championship 2026 Disambut Antusias, Pendaftaran Peserta Terus Dibuka

Salah satu perusahaan yang telah melakukan penjajakan investasi adalah PT Indoasia Oiltank Terminal. Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur energi dan petrokimia tersebut bertemu dengan Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh dan diterima Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun. Dalam rencana tersebut, Indoasia juga menggandeng Fakultas Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) bersama tiga profesor sebagai mitra pengembangan proyek.

“Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Aceh,” ujar Nasir.

Selain Indoasia Oiltank Terminal, PT Pupuk Indonesia (Persero) sebelumnya telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik metanol di KEK Arun. Pemerintah Aceh juga menerima surat minat investasi dari perusahaan energi asal Dubai, Uni Emirat Arab, untuk membangun pabrik metanol berbasis gas alam, serta perusahaan dari Jiangsu, China, yang bersama mitra nasional mengajukan proyek likuefaksi LNG di kawasan tersebut.

Baca Juga |  Lapas Kelas IIA Banda Aceh Gelar Doa Bersama untuk Kedamaian Indonesia

Nurlis menjelaskan, tingginya minat investasi dipicu oleh potensi migas di enam wilayah kerja Andaman, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman. Tahap awal pengembangan akan dimulai dari Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dikelola Mubadala Energy.

“Proyek inilah yang akan menjadi pintu masuk dimulainya hilirisasi migas di Aceh,” ujar Nurlis.

Pemerintah Aceh menargetkan seluruh aktivitas hilirisasi migas terpusat di KEK Arun Lhokseumawe, sejalan dengan Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJMA Aceh 2025–2029.

Baca Juga |  Chaidir Resmi Jadi Plt Kadis Sosial Aceh

Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan memproduksi sekitar 300 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Sebanyak 160 MMSCFD telah memiliki komitmen penjualan kepada PLN melalui Gas Sale Agreement (GSA), sedangkan sisanya disiapkan untuk mendukung industri hilir. Lapangan tersebut juga diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari yang dapat diolah menjadi berbagai produk petrokimia dan energi.

Pemerintah Aceh optimistis pengembangan hilirisasi migas di KEK Arun akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, menarik investasi baru, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Aceh.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Musyawarah Raya III PDA

Banda Aceh

PDA Reset Total: Abuya Habibie Waly Naik, Nama Partai Digodok Lagi, Apa yang Sebenarnya Sedang Dibongkar?
Pelayanan masyarakat

Banda Aceh

Samsat Batoh Layani Pajak, STNK hingga Balik Nama
Kecelakaan Lalulintas di lampulo

Banda Aceh

Uji Top Speed di Lampulo Berujung Maut, Satu Pelajar Tewas
Lomba lari antar satker

Banda Aceh

Kapolda Aceh Gagas Lomba Lari Antar-Satker
Pertumbuhan nasabah BSI Aceh

Banda Aceh

Nasabah BSI Aceh Tumbuh 31,76 Persen

Banda Aceh

Dugaan Pelecehan Seksual, Owner Bugar Refleksi Dilaporkan

Banda Aceh

Plt Sekda Lepas Kafilah Aceh ke MTQN ke-31

Banda Aceh

Brave Kids Festival Hadirkan Ruang Kreatif bagi 100 Anak di Banda Aceh