Banda Aceh – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., resmi menutup Open Tournament Pencak Silat Piala Pangdam Iskandar Muda Tahun 2026 di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, Senin (13/7/2026). Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus memperkuat sinergi TNI, pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan masyarakat.
Penutupan turnamen dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, Ketua DPRA, Kajati Aceh, Kabinda Aceh, Kasdam Iskandar Muda, Danrem 012/Teuku Umar, Ketua IPSI Aceh, Ketua KONI Aceh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Regional CEO BSI Aceh, para pejabat Kodam IM, wasit, juri, pelatih, official, serta ratusan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Dalam sambutannya, Pangdam IM menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, official, wasit, juri, panitia, serta semua pihak yang telah menyukseskan kejuaraan tersebut.
“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi warisan budaya bangsa yang mengandung nilai disiplin, keberanian, sportivitas, semangat juang, dan rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” kata Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen merupakan bentuk komitmen Kodam Iskandar Muda dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi di Aceh sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kegiatan positif.
Kejuaraan tahun ini mempertandingkan dua kategori, yakni kategori remaja dan kategori pencak silat militer. Kategori remaja diikuti atlet terbaik dari seluruh Aceh pada nomor tarung putra-putri, seni tunggal, dan seni beregu. Sementara kategori militer diikuti prajurit dari satuan jajaran Kodam Iskandar Muda sebagai bagian dari pembinaan profesionalisme prajurit.
Pangdam berharap turnamen tersebut mampu melahirkan bibit atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga mengingatkan seluruh atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan kejujuran dalam setiap pertandingan.
“Kemenangan bukanlah tujuan akhir, tetapi bagian dari proses membentuk karakter, mental juang, dan kemampuan diri. Teruslah berlatih dan jangan pernah berhenti mengembangkan potensi,” pesannya.
Berdasarkan hasil pertandingan, Kodim 0105/Aceh Barat berhasil menjadi Juara Umum I kategori remaja, disusul Kodim 0104/Aceh Timur sebagai Juara Umum II dan Kodim 0103/Lhokseumawe sebagai Juara Umum III.
Sementara pada kategori pencak silat militer, Yonarmed 17/Rencong keluar sebagai Juara Umum I dengan nilai 1.820, diikuti Yonif 114/Satria Musara sebagai Juara Umum II dengan nilai 1.758, serta Yonif 111/Karma Bhakti sebagai Juara Umum III dengan nilai 1.757.
Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menegaskan, kejuaraan ini diharapkan menjadi agenda rutin untuk memperkuat pembinaan olahraga pencak silat di Aceh sekaligus mempererat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, IPSI, KONI, dan seluruh elemen masyarakat dalam mencetak generasi muda yang sehat, berprestasi, berkarakter, serta memiliki jiwa patriotisme.









