Banda Aceh – Upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini terus diperkuat melalui kegiatan FOLU Goes to School: Zero Waste Action Menuju Sekolah Adiwiyata yang digelar Tim Adiwiyata SD Negeri 6 Banda Aceh pada 10–11 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong sekolah-sekolah di Kota Banda Aceh menerapkan budaya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan sekaligus mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Mengusung tema “Mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan melalui Aksi Nyata Zero Waste untuk Mendukung Indonesia’s FOLU Net Sink 2030“, pelatihan berlangsung di Hotel Lading Banda Aceh dan KamiKita Community Center. Pesertanya merupakan para guru sekolah dasar se-Kota Banda Aceh yang dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan, penerapan konsep zero waste, serta penguatan Program Adiwiyata di sekolah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri, Kepala DLHK3 Kota Banda Aceh, jajaran pejabat pendidikan, Koordinator Pengawas SD, Ketua K3S SD Kota Banda Aceh, Kepala SD Negeri 6 Banda Aceh, narasumber, serta para guru peserta pelatihan.
Ketua Panitia, Mudassir, mengatakan pelatihan bertujuan memperkuat implementasi Program Adiwiyata melalui penerapan konsep zero waste di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah sehingga menjadi kebiasaan yang diterapkan seluruh warga sekolah,” ujar Mudassir.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menegaskan bahwa setiap sekolah wajib menghadirkan lingkungan belajar yang bersih, aman, dan nyaman, tanpa bergantung pada predikat Adiwiyata.
“Menurut saya, ada atau tidak ada predikat Adiwiyata, yang terpenting sekolah harus aman dan nyaman. Lingkungan sekolah harus dikelola dengan baik sehingga seluruh warga sekolah merasa nyaman. Harapan kami, seluruh sekolah di Kota Banda Aceh wajib menjadi sekolah yang nyaman dan pada akhirnya mampu menjadi sekolah Adiwiyata,” kata Sulaiman.
Pemateri Safarina menjelaskan bahwa Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang memiliki kepedulian dan budaya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai sebagian besar sekolah dasar di Banda Aceh telah menjalankan berbagai program ramah lingkungan, namun implementasinya masih perlu diperkuat.
Dalam sesi Zero Waste Action, narasumber Syarifah mengajak guru membiasakan pemilahan sampah, mendaur ulang barang yang masih layak digunakan, serta mendorong peserta didik membawa tumbler guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penghijauan sekolah, panitia juga menyerahkan bibit pohon rambutan secara simbolis kepada perwakilan sekolah. Melalui kegiatan ini, Program Adiwiyata diharapkan semakin berkembang di Banda Aceh dan menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.









