Home / Editorial

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:47 WIB

SIG Pastikan Pasokan Semen Aceh Kembali Stabil

Jakarta — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat kapasitas produksi dan distribusi untuk memastikan ketersediaan pasokan semen di Aceh di tengah meningkatnya permintaan akibat pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah masyarakat pascabencana.

Langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi jaringan operasional dan distribusi SIG Group, termasuk fasilitas produksi di Aceh serta dukungan tambahan pasokan dari PT Semen Padang. Upaya ini ditujukan agar kebutuhan masyarakat dan pelaku pembangunan tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan peningkatan permintaan semen di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir mempercepat penyerapan stok di sejumlah titik distribusi.

“SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati,” kata Vita dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Selain mengoptimalkan fasilitas di Aceh, SIG juga memperoleh tambahan pasokan dari PT Semen Padang sebagai bagian dari sinergi antarperusahaan dalam SIG Group.

Baca Juga |  Aceh Timur dan Babak Baru Partai Aceh

Untuk menjaga kelancaran distribusi, SIG memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik. Pemantauan stok serta aktivitas distribusi dilakukan secara rutin, disertai evaluasi harian sebagai dasar pengambilan keputusan.

SIG juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jaringan distributor dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan distribusi berlangsung tertib dan efisien.

Perusahaan meminta seluruh mitra penyalur menerapkan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab agar pasokan dapat diterima konsumen secara merata.

Vita menegaskan, SIG tidak hanya berupaya mengatasi kekurangan pasokan akibat meningkatnya permintaan, tetapi juga memastikan harga semen tetap terjangkau masyarakat.

“Sebagai produsen semen, SIG tidak hanya berupaya menutup kekurangan pasokan karena lonjakan permintaan, tapi juga tidak menaikkan harga,” ujarnya.

Ia meminta jaringan distributor mengelola distribusi secara efektif dan efisien sehingga harga eceran di tingkat toko tetap terkendali.

Kondisi pasokan yang mulai stabil tersebut mendapat respons positif dari distributor mitra SIG.

Baca Juga |  Bencana Aceh-Sumatera, Saat Kebijakan Jadi Pembunuh

Kepala Operasional PT Wadah Suci, Emy Rinaldi, mengatakan peningkatan permintaan semen di Aceh terjadi seiring pesatnya pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah masyarakat pascabencana. Lonjakan permintaan terutama terjadi pada Juli 2026.

“Pertengahan sampai akhir Juli permintaan meningkat. Truk-truk sampai mengantri panjang di pabrik. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur terkendali dan stabil. Pasokan lancar setiap hari datang,” kata Emy.

Menurutnya, tambahan pasokan dari fasilitas SIG di Aceh maupun Pabrik Indarung PT Semen Padang membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar.

Emy mengapresiasi langkah cepat SIG Group dalam menjaga kelancaran pasokan semen di Aceh.

“Terima kasih banyak SIG Group yang telah berupaya maksimal untuk memulihkan pasokan semen di Aceh. Alhamdulillah sekarang kondisi sudah berangsur terkendali dan semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan General Manager PT Andesmont Sakti, Muhammad Agam Maulana. Ia menyebut peningkatan permintaan semen di Aceh telah terasa sejak awal 2026 dan mencapai puncaknya pada Juli.

Baca Juga |  Ketika Wilayatul Hisbah Masuk ke Ruang Digital

“Dulu memang sempat ada sedikit kendala pasokan, tapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, tiap hari ada kiriman. Dari pihak pabrik juga sudah mengelola dengan baik sehingga lebih teratur,” kata Agam.

Agam berharap stabilitas pasokan dapat terus dipertahankan sehingga harga semen di pasaran ikut terjaga.

“Saya lihat pabrik sudah sangat maksimal. Saya sangat berterima kasih. Ke depannya saya berharap pihak perusahaan dapat menjaga stabilitas pasokan agar harga juga dapat stabil,” ujarnya.

SIG merupakan perusahaan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan 51 persen saham dimiliki Pemerintah Indonesia. Perusahaan tersebut telah bertransformasi menjadi penyedia solusi bahan bangunan di kawasan regional dengan jangkauan pasar Asia, Australia dan Oceania.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Taman Satwa Jadi Wajah Baru Pembinaan di Lapas Banda Aceh

Banda Aceh

Aipda Jonni Rahmad, Polisi yang Bangun Rumah untuk Fakir Miskin

Banda Aceh

Kakanwil Ditjenpas Aceh Tegaskan Zero Halinar

Editorial

Hari Anak Nasional 2026, “Ketika Anak-Anak Aceh Menunggu Negeri Menepati Janji”
Sarjana melamar pekerjaan

Editorial

Hari Populasi Sedunia Menguji Janji Lapangan Kerja Pemerintah Aceh

Editorial

WH, TikTok, dan Ujian Integritas
Polisi Syariah Siber di negeri syariat.

Editorial

Ketika Wilayatul Hisbah Masuk ke Ruang Digital

Editorial

Aceh Timur dan Babak Baru Partai Aceh