Banda Aceh — Sulthan Fathani, siswa SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh, muncul sebagai representasi generasi muda yang konsisten mengambil peran di ruang partisipasi publik. Aktivitasnya di berbagai forum kepemudaan menandai keterlibatan nyata pelajar dalam menyuarakan aspirasi, bukan sekadar simbolik.
Langkah Sulthan bermula saat dipercaya sebagai Duta Siswa tingkat kabupaten/kota, peran yang membentuk keberaniannya menyampaikan gagasan serta memahami persoalan pelajar secara langsung.
Pengalaman itu menjadi fondasi kepemimpinan yang kemudian mengantarkannya ke tingkat provinsi, tempat ia berinteraksi dengan siswa lintas daerah dan memperluas perspektif tentang kontribusi anak muda dalam isu pendidikan dan sosial.
Di luar peran duta, Sulthan aktif di Forum Anak Kota Banda Aceh—wadah partisipasi anak dan remaja dalam advokasi hak anak dan pembangunan daerah.
Keaktifannya berlanjut hingga dipercaya menjabat Sekretaris Forum Anak Kota Banda Aceh, dengan tanggung jawab mengelola administrasi, memperkuat koordinasi, serta menjaga komunikasi organisasi agar tetap efektif dan inklusif.
”Saya percaya anak muda Aceh memiliki potensi besar ketika berani melangkah dan tidak takut berkontribusi. Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil, selama kita mau terus belajar dan tetap rendah hati. Menjadi anak muda berarti tidak hanya bermimpi, tetapi juga bergerak dan bertanggung jawab atas perubahan yang ingin kita lihat,” ujar Sulthan.
Bagi Sulthan, keterlibatan anak muda harus diwujudkan melalui kerja nyata dan konsistensi. Ia memandang proses sebagai ruang belajar yang membentuk kedewasaan sikap dan tanggung jawab sosial.
Dari Duta Siswa hingga pengurus forum anak, Sulthan Fathani menempatkan dirinya sebagai bagian dari generasi muda Aceh yang memilih bergerak, bukan sekadar berbicara.








