Busan, Korea Selatan — Sebuah kisah mengharukan datang dari Kota Busan. Seorang mahasiswi asal Sri Lanka yang kehilangan uang kuliah sebesar 1,13 juta Won (sekitar Rp13,5 juta) mengalami keajaiban tak terduga, ketika seorang perempuan lokal berusia 60-an dengan tulus mengembalikan amplop berisi seluruh uang tersebut ke kantor polisi.
Mahasiswi itu, yang telah berbulan-bulan bekerja keras demi membayar biaya studinya, panik ketika menyadari amplop berisi uang hasil jerih payahnya hilang di jalanan kota yang ramai. Dengan air mata dan ponsel penerjemah di tangannya, ia melapor ke kantor polisi setempat, berharap keajaiban datang — meski harapan hampir pupus.
Namun, lima jam kemudian, doa itu dijawab. Seorang wanita Korea bernama Jong Sun Ja datang ke kantor polisi membawa amplop uang tersebut. Ia menyerahkannya tanpa ragu, berkata dengan tenang:
“Saya menemukannya di jalan. Saya tahu siapa pun yang kehilangan ini pasti sangat sedih. Jadi, saya memutuskan untuk membawanya ke sini.”
Tangis bahagia pun pecah. Mahasiswi Sri Lanka itu memeluk Jong Sun Ja dengan penuh rasa syukur — momen langka di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang sering diwarnai ego dan ketamakan.
Saat ditanya mengapa ia memilih mengembalikan uang itu, Jong Sun Ja menjawab dengan kerendahan hati yang menyejukkan hati:
“Siapa pun akan melakukan hal yang sama.”
Padahal, di dunia nyata, sangat sedikit orang yang benar-benar melakukan hal itu. Tindakannya bukan hanya menyelamatkan masa depan akademik seorang pelajar, tapi juga memulihkan kepercayaan terhadap kemanusiaan.
Kisah ini pun viral di media sosial Korea, mendapat pujian luas dari netizen yang menyebutnya sebagai “pelajaran tentang moralitas yang sederhana tapi luar biasa.”
Di tengah zaman yang penuh ketidakpastian dan ketamakan, kisah Jong Sun Ja menjadi pengingat bahwa kebaikan masih hidup, dan kejujuran satu orang bisa mengubah hidup orang lain.
Sumber: Busan Ilbo (부산일보)








