Home / News

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:50 WIB

Women’s Day, PERMAMPU Desak Pemerintah Serius Tangani Bencana Ekologis di Sumatera

Diskusi Hari Perempuan Internasional, membahas mitigasi bencana ekologis dan berbagi pengalaman tanggap bencana di Sumatera. (Foto: Dok/Ist).

Diskusi Hari Perempuan Internasional, membahas mitigasi bencana ekologis dan berbagi pengalaman tanggap bencana di Sumatera. (Foto: Dok/Ist).

Banda Aceh – Konsorsium PERMAMPU bersama jaringan organisasi perempuan di Pulau Sumatera menyerukan penguatan peran perempuan dalam penanganan bencana serta mendesak pemerintah meningkatkan komitmen dalam mengatasi dampak dan penyebab bencana ekologis di wilayah tersebut.

Seruan itu disampaikan dalam peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/IWD) 2026 yang digelar secara hybrid pada 7 Maret 2026. Kegiatan tersebut diikuti 312 peserta, terdiri dari 302 perempuan dan 10 laki-laki, yang berasal dari 10 provinsi di Pulau Sumatera.

Dalam forum tersebut, PERMAMPU mengangkat tema “Berbagi dan Belajar Bersama – Pengalaman dan Penelitian Aksi Kepemimpinan Perempuan dalam Penanganan Bencana untuk Pemenuhan Hak Perempuan Marginal dan Keadilan Gender.”

PERMAMPU menilai dampak bencana kerap dirasakan lebih berat oleh perempuan dan kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok minoritas. Namun, respons pemerintah dan relawan dinilai masih cenderung seragam serta belum sepenuhnya memenuhi standar kemanusiaan minimal.

Baca Juga |  Bangunan Liar Ancam DAS Krueng Aceh

Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi korban dalam situasi bencana, tetapi mampu menunjukkan kepemimpinan dan solidaritas di tingkat komunitas.

Baca Juga |  Hak Kesehatan Sekual Reproduksi Adalah Hak Asasi Perempuan

Salah satunya disampaikan oleh Nurbaeti, staf lapangan Flower Aceh yang juga menjadi korban banjir di Aceh Tamiang. Ia menceritakan pengalamannya menyelamatkan keluarga dari banjir sekaligus membantu membuka dapur umum bagi warga terdampak.

Kisah serupa datang dari Evi, aktivis kemanusiaan di Sumatera Barat yang merupakan seorang ibu dengan disabilitas. Dalam situasi banjir bandang, ia berupaya menyelamatkan keluarga serta membantu warga dengan menghubungkan jaringan kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan.

PERMAMPU juga menyoroti meningkatnya frekuensi bencana banjir di berbagai wilayah Sumatera yang dinilai berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan lemahnya upaya mitigasi. Di beberapa daerah, banjir bahkan dianggap sebagai kejadian rutin yang berulang setiap beberapa tahun.

Baca Juga |  Pendekatan Humanis Kapolda Aceh Tuai Apresiasi Haji Uma

Selain itu, organisasi tersebut menilai respons pemerintah dalam penanganan bencana masih belum optimal, baik dari sisi tanggap darurat maupun dukungan anggaran pemulihan pascabencana.

Melalui pernyataan sikapnya, PERMAMPU bersama jaringan organisasi perempuan di Sumatera mendorong pemerintah pusat dan daerah agar memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis komunitas, melibatkan perempuan serta kelompok rentan secara bermakna, dan meningkatkan komitmen anggaran untuk rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Dialog publik Hari Perempuan Internasional

News

FKM BKA Angkat Isu Kesetaraan dan Akses Perempuan di Aceh
Kapolda Aceh buka puasa bersama

News

DPR RI Teuku Ibrahim Bukber dengan Kapolda Aceh
SPBU Lhoong Raya di Banda Aceh

News

Panic Buying BBM di Banda Aceh, Antrean Panjang di Sejumlah SPBU
Fajran Zain memberikan motivasi

News

Fajran Zain Berbagi Strategi dengan Siswa SMAN 9 Banda Aceh Untuk Raih Beasiswa Pendidikan
muswil appaudi

News

APPAUDI Aceh Resmi Terbentuk, Dhulhadi Pimpin 2026–2030
Paket makanan Program Makan Bergizi

News

Ironi MBG Ramadan, Jatah Dipangkas dan Distribusi Tersendat
Info ojk

Nasional

OJK Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Data Pinjol
Film noeh - odgj

News

Kisah Nyata Pemasungan ODGJ Diangkat dalam Film NOEH