Home / Sosial & Budaya

Jumat, 19 Desember 2025 - 15:41 WIB

Yulindawati Turun Langsung, 8 Ton Bantuan Tiba di Desa Terdampak Aceh Tamiang

Aktivis PSM Aceh Yulindawati menyalurkan logistik ke warga terdampak banjir Aceh Tamiang. (Foto: Dok)

Aktivis PSM Aceh Yulindawati menyalurkan logistik ke warga terdampak banjir Aceh Tamiang. (Foto: Dok)

Banda Aceh — Aktivis Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Aceh, Yulindawati, kembali turun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 19 Desember 2025.

Total 8 ton logistik dan makanan siap saji didistribusikan ke sejumlah desa terdampak, hasil kolaborasi lintas komunitas dan donatur dari luar Aceh.

Logistik tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan berasal dari sumbangan berbagai komunitas, antara lain anggota FAKPI, Alumni Faperta UB 95, MCAI Fase II NTB, Fasilitator PBJ, serta jaringan 212 Mart.

Baca Juga |  Pangdam IM Gelar Doa Bersama 235 Anak Yatim di Syiah Kuala

Bantuan disalurkan ke enam desa yang terdampak cukup parah, yakni Desa Sulum, Suka Makmur, Sekumur, dan Juar di Kecamatan Sekerak, serta Desa Matang Seupeng di Kecamatan Bendahara dan satu desa lainnya di Kecamatan Seruway.

Dalam proses distribusi, dukungan transportasi logistik difasilitasi oleh Bank Aceh melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Aceh, sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Saya berterima kasih atas kerja sama semua pihak. Ini bukti bahwa kolaborasi nyata jauh lebih penting daripada sekadar wacana,” ujar Yulindawati di sela kegiatan distribusi.

Baca Juga |  Kanwil Imigrasi Aceh Perketat Pengawasan Orang Asing

Ia juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi di lapangan, yakni banyak pihak yang vokal mengkritik namun enggan terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan.

“Mengkritik itu mudah. Yang sulit adalah turun tangan dan membangun koordinasi nyata. Saya bersyukur diberi kesempatan menjalankan tugas ini agar rakyat Aceh bisa segera bangkit,” tegasnya.

Selain itu, Yulindawati mengecam keras adanya laporan penjarahan logistik bantuan oleh oknum tak bertanggung jawab. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran moral serius di tengah situasi darurat kemanusiaan.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa USK Jadi Mitra Polri

“Di tengah bencana, mengambil hak korban adalah perbuatan tercela. Aceh menjunjung tinggi nilai syariat Islam yang melarang kerakusan dan ketamakan. Ini bukan saatnya serakah, ini saatnya bersatu dan menjaga martabat Aceh,” katanya lantang.

Yulindawati menegaskan, setiap bencana membawa pesan moral bahwa kepedulian sosial bukan pilihan, melainkan kewajiban bersama, terutama bagi mereka yang memiliki akses dan kemampuan untuk membantu.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Donor darah BSI aceh

Sosial & Budaya

BSI Aceh Peringati Milad ke-5 dengan Aksi Donor Darah Serentak
Program Hibah Grassroots Jepang di Indonesia

News

Hibah Grassroots Jepang Dibuka, Peluang LSM dan Yayasan di Aceh–Sumatra
Road Show Yabani Berkisah di MTsS Al Qudus, Beutong

Daerah

Road Show YABANI Berkisah Ditutup di Nagan Raya, Pulihkan Semangat Anak Korban Banjir
Roadshow YABANI Berkisah hadir di Gampong Babah Suak, Nagan Raya

Daerah

Road Show YABANI Berkisah, Kak Bimo Edukasi Anak di Gampong Babah Suak
Roadshow Yabani Berkisah di Pidie jaya

Sosial & Budaya

Road Show Yabani Berkisah: Cerita, Tawa, dan Harapan di Lungbimba
Road Show Yabani Berkisah

News

Cerita Kerajaan dan Kebersihan Warnai Road Show YABANI Berkisah di Bireuen
Relawan Yabani Berkisah bersama anak-anak di Bener Meriah.

News

Road Show YABANI Berkisah Hari Kelima Tembus Dataran Tinggi Bener Meriah
layanan paspor simpatik imigrasi

Sosial & Budaya

Paspor Simpatik Imigrasi Aceh, Solusi Warga di Hari Libur