Home / News

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:35 WIB

Aksi Bantuan Aceh, GAM Soroti Tindakan Represif TNI

Aksi kemanusiaan dan konvoi bantuan untuk korban banjir Aceh di Lhokseumawe. (Foto: Dok/Media)

Aksi kemanusiaan dan konvoi bantuan untuk korban banjir Aceh di Lhokseumawe. (Foto: Dok/Media)

Lhokseumawe — Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka, Syukri Ibrahim, menyampaikan kecaman atas dugaan tindakan intimidasi aparat TNI terhadap warga sipil yang tengah melakukan aksi damai dan bersiap bergabung dengan konvoi bantuan kemanusiaan bagi korban banjir Aceh.

‎Menurut Syukri, peristiwa itu terjadi pada 25 Desember 2025 sekitar pukul 11.45 WIB di Simpang Kandang, Lhokseumawe. Saat itu, warga sipil yang tidak bersenjata dilaporkan tengah menunggu dan bersiap bergabung dengan konvoi bantuan kemanusiaan, namun menghadapi tindakan menghadang, intimidasi, penggunaan senjata api, hingga penangkapan oleh aparat.

Syukri menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan prinsip negara hukum dan semangat perdamaian Aceh. Ia menyoroti bahwa penangkapan warga tanpa bukti nyata berpotensi bertentangan dengan prinsip due process of law.

Baca Juga |  Petugas Bandara SIM Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba

“Pentingnya komitmen terhadap Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) yang menjamin penghormatan hak-hak sipil, kebebasan berkumpul secara damai, serta perlindungan masyarakat sipil, kata Syukri, dalam keterangan tertulis kepada redaksi LamanNews, Kamis, 25 Desember 2025.

Syukri mengatakan bahwa pendekatan represif dinilai berisiko menggerus kepercayaan publik terhadap negara dan tidak selaras dengan agenda normalisasi keamanan pasca-MoU Helsinki.

Baca Juga |  Demo DPR Aceh 1 September Hasilkan 7 Tuntutan Utama

Terkait isu bendera Bintang Bulan, Syukri menyebut tudingan gangguan ketenteraman sebagai tidak berdasar, seraya merujuk aspirasi politik lokal yang pernah dibahas di tingkat parlemen daerah.

‎Ia juga meminta agar warga sipil bernama Baharuddin, yang disebut berasal dari Pante Rayeuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, segera dibebaskan tanpa syarat.

Baca Juga |  Gerakan Perempuan Aceh Gelar “Sehari Bersama Penyintas” di Pidie Jaya

Terakhir, Syuri mengimbau masyarakat Aceh untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menyalurkan aspirasi secara damai sesuai hukum yang berlaku.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Dian Rubianty

News

Ombudsman Tegaskan Larangan Pungutan Sertifikasi Guru
Stop kekerasan terhadap anak.

Hukum & Kriminal

Empat Pemuda Jadi Tersangka Kekerasan Anak di Aceh Tengah, Flower Aceh Angkat Suara
Program Hibah Grassroots Jepang di Indonesia

News

Hibah Grassroots Jepang Dibuka, Peluang LSM dan Yayasan di Aceh–Sumatra
Ketua Posko Yabani, Dhulhadi bersama warga Babah Suak

News

Ketika Relawan Hadir: Kisah Anak-Anak Di Babah Suak, Langsung Masuk SD Tanpa TK
Dokumen pengumuman hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama aceh

News

Direktur RSUZA Disaring, Rekam Jejak Pejabat Kembali Disorot dalam Seleksi JPT Aceh
Pelantikan pengurus LPSA

News

LPSA Resmi Dilantik, Perempuan Aceh Siap Ambil Peran Strategis
Road Show Yabani Berkisah

News

Cerita Kerajaan dan Kebersihan Warnai Road Show YABANI Berkisah di Bireuen
Misbah Hidayat, Mahasiswa UNMUHA

News

Surat Mahasiswa Aceh, Negara Bisa Membungkam, Nurani Tidak