Home / Lhokseumawe / Lingkungan

Jumat, 12 Desember 2025 - 11:49 WIB

Aksi Cepat Bea Cukai Lhokseumawe Tangani Bencana Aceh

Menko Polkam Djamari Chaniago berdialog dengan Kepala Bea Cukai Lhokseumawe di Korem 011/Lilawangsa. (Foto: Arsip BC Lsm)

Menko Polkam Djamari Chaniago berdialog dengan Kepala Bea Cukai Lhokseumawe di Korem 011/Lilawangsa. (Foto: Arsip BC Lsm)

Lhokseumawe – Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal (HOR) (Purn) Djamari Chaniago, memberikan apresiasi atas langkah cepat dan responsif Bea Cukai Lhokseumawe dalam penanganan tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak awal Desember 2025.

Apresiasi tersebut disampaikan Menko Polkam saat kunjungan kerja di Markas Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Jumat (12/12/2025), sebelum meninjau langsung jembatan putus di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi, memaparkan rangkaian aksi kemanusiaan yang dilakukan tim relawan Kemenkeu Peduli–Bea Cukai Lhokseumawe selama masa tanggap darurat bencana.

Baca Juga |  Menhan RI dan Panglima TNI Tinjau Langsung Lokasi Bencana Aceh

Agus menjelaskan, distribusi bantuan difokuskan ke wilayah-wilayah paling terdampak dengan akses terbatas. Sejumlah titik prioritas penyaluran antara lain Langkahan (Aceh Utara), Desa Seni Antara (Bener Meriah), Gampong Ujung Pacu (Lhokseumawe), Gampong Teungoh Sawang dan Gampong Sarah Kubu (Bireuen), hingga kawasan Kuala Cangkoi.

“Seluruh bantuan bersumber dari donasi pegawai Kementerian Keuangan dan disalurkan dalam bentuk logistik darurat untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Agus.

Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda dan pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Andi Ariyanto, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, serta perwakilan BNPB Asep Supriatna. Rombongan bersama-sama melakukan evaluasi cepat terhadap kerusakan infrastruktur dan kebutuhan lanjutan masyarakat pascabencana.

Baca Juga |  Polda Aceh Bangun 206 Sumur Bor Pascabanjir

Sebelum bertolak menuju Banda Aceh melalui Bandara Malikussaleh, Menko Polkam menegaskan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga merupakan kunci utama dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak.

“Upaya Bea Cukai Lhokseumawe ini menjadi contoh nyata koordinasi pemerintah yang responsif dalam situasi krisis. Penanganan bencana membutuhkan sinergi lintas lembaga, terutama di wilayah dengan akses yang terputus,” tegasnya.

Baca Juga |  Koalisi Sipil Kritik Klaim Prabowo soal Pemulihan Bencana Aceh

Sementara itu, relawan Kemenkeu Peduli–Bea Cukai Lhokseumawe memastikan distribusi bantuan akan terus berlanjut, khususnya ke daerah-daerah yang masih terisolasi dan membutuhkan pasokan tambahan. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan BNPB terus dilakukan guna memastikan penanganan berjalan cepat, akurat, dan tepat sasaran.

Apresiasi dari Menko Polkam tersebut menjadi suntikan moral bagi para relawan di lapangan. Bea Cukai Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk tetap hadir membantu masyarakat Aceh hingga masa tanggap darurat berakhir dan proses pemulihan berjalan optimal.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Dialog multipihak, FJL dan HAkA

Gayo Lues

Tanah Gayo Terancam Tambang, Kolaborasi Jadi Solusi
Musim kemarau di Aceh dan cuaca ekstrem.

Banda Aceh

Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh
Dugong Conservation. Natural Aceh dan Yayasan KEHATI.

Aceh Besar

Kemunculan Dugong Langka di Lamreh Picu Konservasi Habitat Lamun di Aceh
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang
Patroli laut Bea Cukai gagalkan penyelundupan narkoba

Hukum & Kriminal

Sinergi Bea Cukai-Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu di Lhokseumawe
Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

Lingkungan

Mahasiswa Aceh-Malaya, Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera
Gempa Magnitudo 6,7

Lingkungan

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BPBD Data Kerusakan dan Dampak
Hutara rusak akibat hujan dan angin badai

Aceh Utara

Huntara Rusak Diterjang Hujan, Efektivitas Anggaran Dipertanyakan