Home / News

Selasa, 25 November 2025 - 17:18 WIB

Aktivis Perempuan Aceh Desak Pemerintah Perkuat Ruang Aman Bagi Perempuan

Konferensi pers 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Banda Aceh oleh BSUIA dan organisasi masyarakat sipil. (Foto:Dok/Ist)

Konferensi pers 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Banda Aceh oleh BSUIA dan organisasi masyarakat sipil. (Foto:Dok/Ist)

Banda Aceh — Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) tahun 2025 kembali menjadi momentum penting bagi gerakan perempuan di Aceh. Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA) bersama berbagai organisasi masyarakat sipil, jaringan perempuan, kelompok muda, dan komunitas disabilitas menggelar konferensi pers di Sinargalih Coffee, Batoh, Banda Aceh, Selasa (25/11/2025), menyerukan penguatan layanan perlindungan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya.

‎Presidium BSUIA, Rukiah Hanum, menyampaikan pesan kampanye tahun ini: “Kita Punya Andil Kembalikan Ruang Aman.” Ia menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender masih terjadi secara sistematis dan membutuhkan tindakan nyata dari seluruh pemangku kebijakan.

‎“Ini bukan sekadar rangkaian acara tahunan. Ini gerakan berkelanjutan untuk memastikan ruang aman bagi perempuan dan kelompok rentan benar-benar terwujud,” tegasnya.

‎Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Aceh, Mutia Juliana, mengungkapkan data yang mengkhawatirkan.

‎Selama Januari–Oktober 2025:

  • 801 kasus kekerasan perempuan dan anak dilaporkan.
  • ‎Data hanya berasal dari 13 kabupaten/kota yang memiliki UPTD Perlindungan.
  • ‎11 kabupaten/kota lainnya belum memiliki layanan perlindungan yang memadai.
Baca Juga |  Bea Cukai Aceh Wujudkan Pelayanan Cepat, Mudah, dan Transparan

‎“Kita butuh percepatan pembentukan layanan terpadu di seluruh Aceh. Korban harus bisa mengakses pendampingan hukum, psikologis, dan medis tanpa hambatan,” ujar Mutia.

‎Perwakilan Sekolah HAM Flower Aceh, Gebrina Rezeki, menyoroti tren kekerasan digital yang meningkat drastis di kalangan perempuan muda.

‎“Dampaknya tidak main-main. Kekerasan online memicu trauma panjang. Ini harus menjadi alarm bagi semua pihak.”

‎Gebrina menekankan bahwa kampanye 16 HAKTP harus menjadi pemantik gerakan perubahan sepanjang tahun, bukan hanya pada periode kampanye.

‎Wakil Ketua KKR Aceh, Oni Imelva, mengungkapkan bahwa sejumlah korban yang mereka dampingi belum mendapatkan dukungan memadai dari pemerintah.

‎“Mulai dari pemulihan psikologis hingga pendampingan lanjutan, banyak yang belum tersentuh layanan negara.”

‎Perwakilan CYDC (Children Young Disability for Change), Erlyn, menyampaikan bahwa penyandang disabilitas masih rentan mengalami perundungan dan kekerasan lainnya.

‎“Bullying terhadap disabilitas sering terjadi, tapi jarang mendapat perhatian. Pemerintah harus menggelar sosialisasi massif dan hadir langsung di lapangan.”

‎Konferensi pers ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan 16 HAKTP yang berlangsung 25 November hingga 10 Desember 2025. Para aktivis menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan Aceh menjadi wilayah yang aman, inklusif, dan berkeadilan gender.

‎Media juga diharapkan terus mengawal isu kekerasan berbasis gender sebagai bentuk kontrol publik dan memastikan suara korban tidak hilang.

Baca Juga |  Blue Sky Rescue Malaysia Dapat Apresiasi atas Bantuan untuk Aceh

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Dian Rubianty

News

Ombudsman Tegaskan Larangan Pungutan Sertifikasi Guru
Stop kekerasan terhadap anak.

Hukum & Kriminal

Empat Pemuda Jadi Tersangka Kekerasan Anak di Aceh Tengah, Flower Aceh Angkat Suara
Program Hibah Grassroots Jepang di Indonesia

News

Hibah Grassroots Jepang Dibuka, Peluang LSM dan Yayasan di Aceh–Sumatra
Ketua Posko Yabani, Dhulhadi bersama warga Babah Suak

News

Ketika Relawan Hadir: Kisah Anak-Anak Di Babah Suak, Langsung Masuk SD Tanpa TK
Dokumen pengumuman hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama aceh

News

Direktur RSUZA Disaring, Rekam Jejak Pejabat Kembali Disorot dalam Seleksi JPT Aceh
Pelantikan pengurus LPSA

News

LPSA Resmi Dilantik, Perempuan Aceh Siap Ambil Peran Strategis
Road Show Yabani Berkisah

News

Cerita Kerajaan dan Kebersihan Warnai Road Show YABANI Berkisah di Bireuen
Misbah Hidayat, Mahasiswa UNMUHA

News

Surat Mahasiswa Aceh, Negara Bisa Membungkam, Nurani Tidak