Home / Lingkungan

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:27 WIB

Bau Bangkai Gajah Resahkan Warga Meurudu, BKSDA Disorot

Kondisi bangkai gajah sumatera yang belum ditangani di Pidie Jaya. (Foto:Dok)

Kondisi bangkai gajah sumatera yang belum ditangani di Pidie Jaya. (Foto:Dok)

Pidie Jaya, Aceh — Bangkai seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang ditemukan mati terseret banjir bandang di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meurudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, hingga kini belum ditangani secara layak.

Kondisi tersebut menimbulkan bau busuk menyengat yang dikeluhkan warga sekitar dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sejumlah warga menyebutkan, aroma tak sedap dari bangkai satwa dilindungi itu semakin kuat dalam beberapa hari terakhir, terutama pada siang hari.

Baca Juga |  Pelaku Tambang Tantang Pemerintah: “Buktikan Ilegalitas!”

Selain menurunkan kenyamanan lingkungan, kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat apabila dibiarkan tanpa penanganan yang memadai.
Situasi tersebut mendapat sorotan dari Jaringan Gajah Nusantara (JGN).

Sekretaris JGN, Muhammad Fadly, menyayangkan lambannya respons pihak berwenang dalam menangani bangkai gajah tersebut. Menurutnya, bangkai satwa dilindungi seharusnya segera dikuburkan sesuai prosedur penanganan satwa liar, terlebih pascabencana alam.

“Seharusnya bangkai gajah ini segera ditangani dan dikuburkan sesuai prosedur. Sampai hari ini belum ditanam, baunya sudah sangat menyengat dan jelas meresahkan masyarakat,” ujar Muhammad Fadly, Selasa (6/1/2025).

Baca Juga |  Alat Berat Bantuan Presiden Tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh

Fadly menegaskan, meskipun kematian gajah terjadi akibat bencana alam, penanganannya tidak boleh diabaikan.

Ia mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama instansi terkait untuk segera turun ke lapangan dan mengambil langkah cepat demi mencegah dampak lingkungan dan kesehatan yang lebih luas.

Baca Juga |  LPSK Gelar Sosialisasi Perlindungan Saksi dan Korban di Banda Aceh

“Kami berharap BKSDA dan instansi terkait segera bertindak. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, baik dari sisi lingkungan, kesehatan warga, maupun penghormatan terhadap satwa dilindungi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BKSDA terkait keterlambatan penanganan bangkai gajah sumatera tersebut.

Warga berharap pemerintah dan pihak berwenang segera mengambil tindakan agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan dampak lanjutan.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

tanam mangrove program Green Policing

Lingkungan

Wujudkan Green Policing, Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove di Alue Naga
Muara Dangkal

Lingkungan

Pendangkalan Muara di Alue Naga Ancam Mata Pencaharian Nelayan
Istri Gubernur Aceh Marlina Muzakir

Daerah

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Lhokseumawe
Peserta perempuan paralegal lingkungan dari 13 kabupaten/kota berdiskusi di Hotel Rasamala Indah.

Lingkungan

FPPA Serukan Perlindungan Lingkungan dan Keadilan Ekologis di Aceh
Aksi mahasiswa peduli lingkungan di Aceh

Lingkungan

Tangse Terancam Rusak, Mahasiswa Aceh Desak Pemerintah Hentikan Tambang
Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh. (Foto: Irfan Fuadi)

Lingkungan

Bangunan Liar Ancam DAS Krueng Aceh
Muhammad Nasir (Abu Cik Ninja) menyampaikan pengalaman sebagai pelaku tambang pada diskusi publik

Lingkungan

Pelaku Tambang Tantang Pemerintah: “Buktikan Ilegalitas!”
Personel Polda Aceh menunjukkan barang bukti kulit dan organ Harimau Sumatera hasil pengungkapan kasus perdagangan satwa liar di Nagan Raya.

Hukum & Kriminal

Polda Aceh Ungkap Jaringan Perdagangan Satwa Liar Dilindungi