Banda Aceh — Festival QRIS 2026 Pasar Atjeh tidak hanya menghadirkan transaksi digital dan kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi, keterampilan, dan kemandirian mereka.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pasar Atjeh Baru, Banda Aceh, Minggu (16/8/2026), turut menghadirkan Forum Komunikasi Masyarakat Berkebutuhan Aceh (FKM BKA) YWU bersama komunitas dan anak-anak dari kalangan penyandang disabilitas.
Melalui stan yang disediakan, FKM BKA YWU memamerkan sekaligus menjual berbagai hasil karya penyandang disabilitas, mulai dari kerajinan tangan karya anak-anak SD dan SMA hingga produk yang dibuat oleh para ibu penyandang disabilitas.
Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain buku bernyanyi yang ditulis oleh para guru, lukisan, gantungan kunci, serta berbagai produk UMKM. Salah satu produk UMKM tersebut merupakan hasil karya Zuraidah, seorang perempuan penyandang disabilitas yang terus mengembangkan keterampilannya di bidang usaha.
Selain pameran dan penjualan produk, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk tampil di hadapan masyarakat. Sebanyak 14 anak penyandang disabilitas dijadwalkan mengikuti fashion show sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Direktur Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, mengatakan kehadiran mereka dalam Festival QRIS 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas agar tetap aktif berkarya dan memiliki ruang untuk berkembang.
“Kami hadir sebagai komunitas bersama anak-anak disabilitas. Di sini kami menyediakan stan agar anak-anak dan ibu-ibu dapat menjual produk mereka,” kata Zainal.
Menurutnya, Natural Aceh juga memiliki program Sekolah Bergerak yang menjadi bagian dari upaya mendorong anak-anak dan perempuan penyandang disabilitas untuk terus berkarya serta beraktivitas secara produktif.
“Kami ingin anak-anak dan ibu-ibu disabilitas terus bergerak, berkarya, dan memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival QRIS 2026 Pasar Atjeh, Bayu, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Banda Aceh, Bank Indonesia, Bank Aceh, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta sejumlah pihak lainnya.
“Kami melaksanakan kegiatan ini secara bersama-sama dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kami juga sangat bahagia melihat dukungan masyarakat yang hadir di sini,” kata Bayu.
Kehadiran komunitas disabilitas dalam Festival QRIS 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi membuka akses yang lebih luas terhadap pemasaran produk, pemberdayaan ekonomi, serta ruang publik yang inklusif bagi penyandang disabilitas di Aceh









