Gayo Lues — Kabupaten Gayo Lues kini memasuki kondisi darurat setelah terisolir total akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejak akhir November 2025. Seluruh akses utama menuju kabupaten itu lumpuh, jembatan-jembatan rusak berat, serta jaringan listrik, internet, dan komunikasi terputus hampir di seluruh wilayah, Selasa, 2 Desember 2025.
Kondisi ini membuat distribusi bantuan tidak dapat masuk ke daerah terdampak. Warga mulai menghadapi krisis logistik, termasuk kekurangan bahan pangan, air bersih, dan obat-obatan.
Rumah Hanyut, Fasilitas Umum Rusak, Korban Jiwa Bermunculan
Laporan masyarakat menunjukkan kerusakan terjadi di hampir seluruh kecamatan. Banyak rumah hanyut terbawa arus, fasilitas umum rusak berat, dan korban jiwa telah dilaporkan dari sejumlah titik.
Penduduk di desa-desa terpencil kini bertahan dengan perbekalan seadanya sambil menunggu bantuan yang belum dapat menjangkau lokasi akibat jalan yang terputus total.
“Gayo Lues benar-benar terisolir. Akses tidak ada. Kami mohon semua pihak ikut menyebarluaskan informasi ini dan membuka jalur bantuan,” tulis salah satu laporan warga.
Jalur KKA–Bener Meriah Rusak Parah, Puluhan Titik Longsor
Selain Gayo Lues, jalur utama KKA–Bener Meriah juga mengalami kerusakan parah dengan puluhan titik longsor dan badan jalan yang amblas. Petugas dan warga hanya mampu menembus hingga titik ke-7, sementara sisanya hanya dapat dilewati motor trail atau sepeda motor dengan ground clearance tinggi.
Dari arah Bener Meriah ke Aceh Utara — dan sebaliknya — banyak warga, termasuk balita, harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki melewati medan yang membahayakan.
“Yang bikin kami terenyuh, banyak anak-anak di bawah lima tahun harus ikut berjuang melewati jalur ini,” ungkap seorang relawan.
Akses Hanya Bisa Dilalui Motor, Kondisi Terburuk Terjadi Selasa 2 Desember 2025
Hingga Selasa, 2 Desember 2025, akses menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah hanya dapat dilalui dengan motor atau jalan kaki. Tidak ada kendaraan roda empat yang mampu menembus jalur tersebut.
Warga berharap pemerintah dapat segera mengirimkan bantuan logistik melalui jalur udara ke Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, mengingat distribusi darat hampir mustahil dilakukan.
“Kami membutuhkan bantuan secepatnya,” demikian seruan warga yang masih terus menunggu bantuan masuk.








