Banda Aceh — Ibu Gubernur Aceh, Marlina Muzakir, bersama Ibu Wakil Gubernur Mukarramah Fadhullah, dan anggota TP-PKK Aceh melepas pengiriman bantuan masa panik bagi korban banjir di tiga kabupaten, yakni Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya, Rabu (22/10/2025). Pelepasan bantuan berlangsung di halaman Dinas Sosial Aceh pada pukul 10.30 WIB.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Sosial Aceh, unsur Forkopimda, dan sejumlah relawan sosial. Dalam kesempatan itu, Ibu Gubernur Aceh juga menyerahkan kursi roda secara simbolis kepada perwakilan penyandang disabilitas.
“Bantuan ini bukan sekadar logistik, tetapi bentuk kehadiran dan empati pemerintah bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabanjir,” ujar Marlina Muzakir dalam sambutannya.
Selain bantuan logistik, penyerahan kursi roda kepada penyandang disabilitas menjadi wujud nyata perhatian Pemerintah Aceh terhadap kelompok rentan, serta komitmen dalam mewujudkan layanan sosial yang inklusif dan berkeadilan.
Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Chaidir, SE, M.Si., menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan dasar, seperti sandang, pangan, pakaian, dan makanan siap saji, dengan total nilai mencapai Rp500 juta.
“Logistik ini dikirim menggunakan tiga truk, masing-masing mampu melayani hingga 500 warga terdampak. Pengiriman dikawal langsung oleh Polda Aceh agar distribusi berjalan tepat sasaran,” jelas Chaidir.
Chaidir menambahkan, Dinas Sosial Aceh telah menyiapkan sejumlah gudang logistik di setiap kabupaten/kota sebagai langkah cepat tanggap darurat. Meski dapur umum belum dioperasikan, pihaknya tetap siaga di lapangan bersama Tagana, TKS, Pelopor Perdamaian, dan unsur pemerintah daerah setempat.
Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Zuhdi, M.D., menyebutkan bahwa seluruh pasukan Brimob kini siaga penuh di wilayah yang berpotensi terdampak banjir.
“Kami menyiapkan sejumlah perahu untuk membantu proses evakuasi dan memperlancar distribusi bantuan kepada warga terdampak,” ujarnya.
Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan pesisir barat Aceh. Selain itu, masyarakat diharapkan terus berkoordinasi dengan aparat desa dan tim tanggap bencana untuk memastikan keselamatan serta kelancaran proses bantuan.








