Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, dan personel Ditintelkam Polda Aceh Kompol I Ketut Supriyatnha dianugerahi Pin Emas Kapolri atas kontribusi mereka dalam pengamanan kegiatan zikir, doa tolak bala, serta aksi bela Nanggroe dan syariat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Agustus 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kesiapsiagaan, dan kemampuan personel Polri dalam mengendalikan dinamika massa serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, penganugerahan itu berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Kep/1240/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas pelaksanaan tugas kepolisian yang membutuhkan kesiapsiagaan, kemampuan komunikasi, serta pengendalian situasi di lapangan,” ujar Joko seusai upacara penerimaan Pin Emas Kapolri di lobi utama Mapolda Aceh, Rabu (14/10/2026).
Menurut Joko, Ruddi Setiawan berperan langsung dalam mengamankan situasi, antara lain melalui negosiasi dengan masyarakat dan pengerahan personel untuk mengamankan proses penurunan bendera bulan bintang bersama personel TNI. Kapolda juga turun langsung meredam ketegangan ketika aksi massa memanas.
Selain itu, Kapolda Aceh menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan menginstruksikan patroli skala besar setelah kejadian untuk menjaga stabilitas keamanan.
Sementara itu, Wakapolda Aceh Ari Wahyu Widodo turut melakukan negosiasi dengan masyarakat serta mengingatkan personel agar tidak terpancing provokasi. Bersama pejabat utama Polda Aceh dan personel lainnya, ia juga terlibat dalam pembersihan lingkungan masjid setelah kejadian dan pelaksanaan patroli skala besar di Banda Aceh.
Penghargaan serupa diberikan kepada Kanit 1 Subdit 5 Ditintelkam Polda Aceh Kompol I Ketut Supriyatnha. Ia mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu ketika menjalankan tugas pengamanan kegiatan tersebut.
Joko menegaskan, pengamanan kegiatan masyarakat memiliki tantangan tersendiri, mulai dari mengelola dinamika massa dan mencegah eskalasi konflik hingga menghadapi risiko keselamatan personel di lapangan.
Penganugerahan Pin Emas Kapolri tersebut menjadi bentuk pengakuan atas pelaksanaan tugas kepolisian yang mengedepankan komunikasi, pengendalian situasi, dan pemeliharaan keamanan di tengah dinamika masyarakat.









