Home / News

Senin, 6 April 2026 - 13:31 WIB

Mahasiswa Aceh Kecam Dugaan Kekerasan Aparat

Demontrasi Mahasiswa Aceh mengecam dugaan kekerasan aparat dalam dua insiden berbeda dan mendesak penanganan hukum yang transparan serta perlindungan hak sipil masyarakat. (Foto: Dok/Ist)

Demontrasi Mahasiswa Aceh mengecam dugaan kekerasan aparat dalam dua insiden berbeda dan mendesak penanganan hukum yang transparan serta perlindungan hak sipil masyarakat. (Foto: Dok/Ist)

Banda Aceh  — Mahasiswa Aceh, Misbah Hidayat, mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan oknum aparat, menyusul kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus serta insiden tertabraknya Ibu Ani Maryati.

Dalam pernyataannya, Minggu (5/4/2026), Misbah menilai dua peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari pola yang harus menjadi perhatian serius. Ia juga menyinggung sejumlah peristiwa sebelumnya, termasuk insiden yang melibatkan aparat saat aksi pada 28 Agustus 2025, yang dinilai meninggalkan dampak mendalam di tengah masyarakat.

Baca Juga |  Hercules TNI AU Mendarat di Aceh, Percepat Perbaikan Tower SUTT

“Aparat negara seharusnya menjadi pelindung, bukan justru menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Peristiwa seperti ini tidak boleh dianggap biasa,” ujarnya.

Misbah mengingatkan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang terkait konflik dan kekerasan, sehingga setiap dugaan tindakan represif berpotensi memicu kembali trauma kolektif masyarakat. Ia menilai penting adanya pendekatan yang lebih humanis dalam setiap penanganan situasi di lapangan.

Baca Juga |  Surat Mahasiswa Aceh, Negara Bisa Membungkam, Nurani Tidak

Menurutnya, dugaan tindakan kekerasan terhadap warga sipil harus ditangani secara serius melalui mekanisme hukum yang transparan dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya pemulihan bagi korban dan keluarga yang terdampak.

Baca Juga |  Hari Sumpah Pemuda 2025, Kapolda Aceh Kobarkan Semangat Nasionalisme

“Kita tidak boleh membiarkan kekerasan menjadi sesuatu yang dinormalisasi. Yang dibutuhkan masyarakat adalah rasa aman, bukan ketakutan,” tegasnya.

Ia pun mendorong seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara profesional, serta menjamin perlindungan terhadap hak-hak sipil sebagai bagian dari komitmen terhadap penegakan hukum dan keadilan.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Shalat Idul Adha 1447 H

News

Lapas Banda Aceh Gelar Shalat Idul Adha dan Qurban
Pemeriksaan hewan qurban

News

Dinas Peternakan Aceh Jamin Kualitas Hewan Kurban untuk Meugang dan Idul adha
Ojk

News

Satgas PASTI Hentikan 953 Pinjol dan Investasi Ilegal
KPK sorot Dana Hibah Aceh

Editorial

KPK Soroti Miliaran Dana Hibah Aceh Untuk Lembaga Vertikal Negara
Sengketa waris keluarga Abdul Wahab

Hukum & Kriminal

Warisan Diperebutkan, Tanda Tangan Ahli Waris ODGJ Dipalsukan Oleh Notaris PPAT
Kebakaran kampus Unsyiah

News

Polresta Selidiki Kebakaran Fakultas Pertanian USK, Diduga Bentrokan Mahasiswa
Dedy Indra Setiawan

Ekonomi Bisnis

Dedy Indra Setiawan Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum APERSI 2026-2031
Solidaritas Aliansi Rakyat Aceh

News

Aliansi Rakyat Aceh Kawal Sidang Aktivis Mahasiswa Hingga Tuntas