Bener Meriah – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus memperkuat pembangunan sektor pertanian di Aceh, khususnya pengembangan kopi Gayo sebagai komoditas ekspor unggulan nasional.
Penegasan itu disampaikan saat meninjau lokasi produksi benih kopi arabika di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (14/7/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bener Meriah, Bupati Aceh Tengah, Bupati Gayo Lues, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Kepala Dinas Pangan Aceh, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh.
Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari langkah pemerintah memperkuat kualitas benih unggul, meningkatkan produktivitas kopi Gayo, serta mendorong daya saing komoditas tersebut di pasar nasional dan internasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemerintah Aceh dengan Kementerian Pertanian dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian.
“Komunikasi yang intens seperti ini sangat kami hargai karena mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan di lapangan,” kata Amran.
Menurutnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Wakil Gubernur Fadhlullah aktif membangun koordinasi dengan pemerintah pusat sehingga berbagai program pertanian dapat direalisasikan lebih cepat.
Amran menegaskan Kementerian Pertanian akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, bantuan benih unggul, hingga program pendampingan petani guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai kopi Gayo memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena permintaan ekspor terus meningkat. Oleh sebab itu, penguatan benih berkualitas, pembinaan petani, serta penguatan rantai pasok menjadi faktor penting agar nilai tambah komoditas tersebut semakin besar.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pertanian di Aceh.
Menurutnya, dukungan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pertanian telah dirasakan masyarakat, termasuk saat Aceh menghadapi bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
“Pemerintah Aceh siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga kualitas kopi Gayo sebagai komoditas unggulan, serta memperluas akses pasar sehingga manfaat ekonominya semakin dirasakan petani,” ujar Fadhlullah.
Ia menambahkan, sinergi pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat agar kopi Gayo semakin kompetitif di pasar global sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Aceh.









