Home / Sosial & Budaya

Rabu, 8 April 2026 - 08:28 WIB

Padusi Tapa Inovasi Sereh Wangi Aceh Selatan

Aceh Selatan – Aceh Selatan dikenal sebagai salah satu sentra penghasil sereh wangi, tanaman aromatik dengan nilai ekonomi tinggi. Berbeda dari sereh dapur, sereh wangi memiliki bonggol lebih besar, berwarna kemerahan, serta aroma yang lebih kuat sehingga potensial diolah menjadi minyak atsiri.

Melihat peluang tersebut, Ny. Sinar Hayani, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, sejak 2020 mulai mengembangkan dan memasarkan minyak sereh wangi agar lebih dikenal luas. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai minyak urut.

Proses produksi masih mempertahankan metode tradisional. Sekitar 7–8 kilogram sereh direbus selama kurang lebih 12 jam hingga menghasilkan minyak, kemudian didiamkan semalaman untuk memisahkan kotoran dan sisa air.

Baca Juga |  APERSI Salurkan Bantuan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Seiring berkembangnya usaha, UMKM Padusi Tapa menghadirkan beragam produk turunan, mulai dari minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, cairan pembersih lantai, hingga sabun cuci piring berbasis sereh. Minyak sereh tetap menjadi produk unggulan, sementara produk aromaterapi lebih diminati generasi muda karena efek relaksasi. Adapun pembersih lantai dan sabun cuci piring menjadi pilihan karena efektif, ramah di tangan, serta memberikan aroma segar sekaligus membantu mengusir serangga.

Sebagai bentuk inovasi berkelanjutan, Padusi Tapa juga meluncurkan produk roll-on sereh yang lahir dari masukan konsumen. Dari sisi pemasaran, produk ini masih berfokus pada jaringan internal Persit, mitra Kodim 0107/Aceh Selatan, BSI Cabang Tapaktuan, serta dukungan pemerintah daerah, dengan promosi tambahan melalui media sosial.

Baca Juga |  Kasab Aceh Barat, Warisan Bernilai Ekonomi

Dari aspek legalitas, produk ini telah mengantongi izin P-IRT sejak 2023. Pengelola saat ini tengah mengupayakan sertifikasi BPOM, meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas produksi.

UMKM ini juga berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kelompok usaha, sehingga memberi dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi keluarga di sekitar. Dukungan dari Pembina dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda, Ny. Tri Joko Hadi Susilo, turut memperkuat keberlanjutan usaha ini.

Baca Juga |  HUT ke-23 Nagan Raya Meriah, Wagub Aceh Tekankan Sinergi Pembangunan

Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai sekitar 120 produk dengan omzet berkisar Rp4–5 juta, menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Lebih dari sekadar bisnis, Padusi Tapa menjadi representasi sinergi antara pelestarian potensi lokal dan pemberdayaan perempuan. Melalui partisipasi dalam ajang “Persit Bisa”, UMKM ini tampil dengan penguatan kemasan dan identitas merek. Nama “Padusi Tapa” sendiri merefleksikan semangat perempuan Aceh Selatan yang tangguh dan produktif.

Dengan inovasi yang terus dikembangkan, Padusi Tapa berpeluang memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi produk sereh wangi Aceh Selatan di tingkat nasional.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Sosial & Budaya

Kasab Aceh Barat, Warisan Bernilai Ekonomi
Bantuan kurma Polda aceh

Sosial & Budaya

Kabid Humas Salurkan Kurma Bantuan Kapolda ke Dayah Mini Aceh
Solusi Bangun Andalas

Sosial & Budaya

SBA Santuni 200 Anak Yatim di Lhoknga dan Leupung Saat Ramadan
BSI santuni yatim

Sosial & Budaya

5.000 Anak Yatim Terima Santunan BSI
FKIJK Aceh

Sosial & Budaya

Aksi Sosial FKIJK Aceh: Renovasi Masjid Syuhada
Barisan Perempuan Perjuangan Aceh (BPPA)

Sosial & Budaya

BPPA Gelar Bukber, Perkuat Soliditas PPA
Shalat Tarawih perdana

Sosial & Budaya

Lapas Banda Aceh Gelar Tarawih Perdana Ramadhan 1447 H
paket daging meugang Polda aceh

Sosial & Budaya

Polda Aceh Bagikan Ribuan Paket Daging Meugang ke Personel dan Media