Home / News

Sabtu, 4 April 2026 - 19:46 WIB

Dukungan Hong Kong Perkuat Respon Banjir Aceh Utara

Distribusi bantuan korban banjir Aceh Utara oleh Flower Aceh, Lifeguards Aceh dan Oxfam. (Foto: Arsip Flower Aceh)

Distribusi bantuan korban banjir Aceh Utara oleh Flower Aceh, Lifeguards Aceh dan Oxfam. (Foto: Arsip Flower Aceh)

Aceh Utara — Respon kemanusiaan terhadap banjir di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, mulai bergeser dari sekadar distribusi bantuan menuju pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara Flower Aceh, Lifeguards Aceh, serta Penabulu–Oxfam melalui dukungan Hong Kong Disaster Relief Fund (DRA) menjadi contoh praktik baik dalam penanganan bencana berbasis perlindungan dan inklusi sosial.

Program yang berlangsung pada 1–6 April 2026 ini menjangkau delapan desa terdampak, yakni Babah Buloh, Meunasah Pulo, Blang Reuling, Riseh Teungoh, Riseh Tunong, Payarabo Lhok, Blang Teurakan, dan Gunci.

Koordinator Program Penabulu–Oxfam, Anggoro Budi Prasetyo, menegaskan bahwa respon yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga ketepatan dan keberpihakan pada kelompok rentan.

“Respon cepat harus diiringi dengan perspektif perlindungan. Rapid assessment, integrasi dukungan psikososial (PSS) dan pencegahan kekerasan berbasis gender (GBV), serta monitoring distribusi menjadi kunci agar bantuan benar-benar inklusif, transparan, dan berdampak jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Bahas Sinergi HAM dengan Komnas HAM RI

Intervensi yang dilakukan mencakup distribusi bantuan dasar berupa shelter kit, hygiene kit, dan bahan pangan, yang dipadukan dengan dukungan psikososial serta edukasi pencegahan kekerasan berbasis gender. Untuk menjaga akuntabilitas, seluruh proses distribusi dipantau melalui mekanisme On Distribution Monitoring (ODM).

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, menekankan bahwa pendekatan kemanusiaan harus mengintegrasikan prinsip keadilan gender dan inklusi sosial (GEDSI) di setiap tahap.

“Bencana kerap memperbesar ketimpangan yang sudah ada. Karena itu, perlindungan bukan sekadar tambahan, melainkan inti dari respon kemanusiaan. Kami memastikan seluruh proses, dari asesmen hingga evaluasi, mengedepankan perspektif tersebut,” tegasnya.

Baca Juga |  Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Terungkap di Gayo Lues

Ia juga menambahkan bahwa sejak akhir November, Flower Aceh telah aktif melakukan respon kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh.

Di lapangan, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan partisipatif dengan melibatkan aparatur desa dan masyarakat setempat. Ketua Lifeguards Aceh, T. Ayatullah Bani Baeit, menyebut pendekatan ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami memastikan proses berjalan tertib, merata, dan sesuai kebutuhan riil masyarakat, termasuk kebutuhan spesifik perempuan, anak, dan kelompok rentan,” jelasnya.

Bagi penyintas, bantuan ini bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga dukungan moral. Khairunnisa, salah satu warga terdampak yang rumahnya sempat tertutup lumpur, mengaku merasakan dampak langsung dari program tersebut.

“Kami sangat terbantu, apalagi dengan perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Tapi yang paling penting, kami merasa diperhatikan dan didengar, khususnya sebagai perempuan yang memiliki kebutuhan khusus dalam situasi seperti ini,” ungkapnya.

Baca Juga |  Wagub Aceh Ajak Ulama dan Akademisi Bersinergi Majukan Aceh

Menariknya, Khairunnisa kini turut terlibat dalam respon kemanusiaan bersama jaringan komunitas, menunjukkan transformasi penyintas menjadi agen perubahan di tingkat lokal.

Kolaborasi lintas lembaga ini menegaskan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus sensitif secara sosial dan berorientasi jangka panjang. Tanpa pendekatan inklusif, bantuan berisiko tidak menyentuh kelompok paling rentan.

Ke depan, Penabulu–Oxfam dan mitra berharap model respon ini dapat direplikasi sebagai strategi penguatan sistem perlindungan berbasis komunitas di Aceh.

“Ketangguhan tidak dibangun secara instan. Ia lahir dari kolaborasi, kepemimpinan lokal, dan keberpihakan pada mereka yang paling membutuhkan,” tutup Ayatullah.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Dedy Indra Setiawan

Ekonomi Bisnis

Dedy Indra Setiawan Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum APERSI 2026-2031
Solidaritas Aliansi Rakyat Aceh

News

Aliansi Rakyat Aceh Kawal Sidang Aktivis Mahasiswa Hingga Tuntas
Kepala Dinas Peternakan Aceh, Safridhal.

News

Dinas Peternakan Aceh Pastikan Stok Hewan Kurban Aman 
Gerakan Pramuka aceh

Hukum & Kriminal

Dugaan Penyalahgunaan Jabatan di Pramuka Aceh Disorot, Aktivis Perempuan Minta Audit Anggaran Rp6 Miliar
Tampilan situs JDIH Aceh

News

Pemerintah Aceh Cabut Pergub JKA, JDIH Masih Tampilkan “Berlaku”
Pengarahan virtual Ditjenpas Aceh Yan Rusmanto.

News

Kakanwil Ditjenpas Aceh Tegaskan Integritas dan Pengawasan Lapas
Laporan akun TikTok oleh Yulindawati

Hukum & Kriminal

Dugaan Pencemaran Nama Baik, Yulindawati Laporkan Tiga Akun TikTok ke Polda Aceh
Surat komitmen pencabutan Pergub JKA

News

Pemerintah Aceh dan Mahasiswa Teken Komitmen Cabut Pergub JKA