Home / News

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:16 WIB

BNPB Pastikan Korban Bencana Gayo Lues Keluar dari Tenda Sebelum Lebaran

Kepala BNPB Suharyanto, bertemu warga pengungsi di huntara Agusen. (Foto: Dok/BNPB)

Kepala BNPB Suharyanto, bertemu warga pengungsi di huntara Agusen. (Foto: Dok/BNPB)

Gayo Lues – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menargetkan tidak ada lagi warga korban bencana yang tinggal di tenda pengungsian di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, menjelang perayaan Idulfitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Suharyanto saat mengunjungi warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Rabu (11/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya ia melaksanakan agenda kerja di Aceh Tamiang.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB menyapa langsung para warga yang saat ini tinggal di kawasan huntara akibat bencana banjir yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

“Kami pastikan menjelang Lebaran tahun 2026, untuk Kabupaten Gayo Lues, sudah tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda,” kata Suharyanto.

Berdasarkan data sementara BNPB hingga 10 Maret 2026, kebutuhan hunian sementara di Kabupaten Gayo Lues mencapai 1.713 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.518 unit huntara telah selesai dibangun dan siap ditempati oleh warga terdampak bencana.

Meski demikian, sejumlah keluarga masih menunggu penyelesaian pembangunan hunian sementara mereka. Untuk mengatasi kondisi tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah menyiapkan tempat tinggal sementara yang lebih layak, seperti gedung balai latihan kerja milik pemerintah daerah.

Langkah ini dilakukan agar seluruh warga terdampak bencana dapat menjalani kehidupan yang lebih layak serta dapat merayakan Idulfitri dengan kondisi yang lebih baik.

“Supaya semua masyarakat yang terdampak di Kabupaten Gayo Lues bisa mengikuti perayaan Idulfitri dengan lebih baik dan lebih khidmat,” ujarnya.

Hunian sementara komunal di kawasan Agusen saat ini dihuni oleh 155 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya tinggal di wilayah terdampak banjir besar. Bencana tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga membuat sebagian lahan tempat tinggal mereka tidak lagi layak untuk dibangun kembali.

Menurut Suharyanto, sebagian warga bahkan tidak lagi memiliki lahan untuk mendirikan rumah baru. Oleh karena itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan rencana relokasi terpusat bagi warga terdampak.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga menyampaikan bahwa sebagian lahan yang saat ini digunakan untuk pembangunan huntara kemungkinan akan dikembangkan menjadi hunian tetap (huntap).

Setelah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, pembangunan huntap direncanakan dimulai sekitar awal April 2026.

Selain meninjau kondisi hunian sementara, Kepala BNPB juga menyerahkan berbagai bantuan kepada warga. Bantuan tersebut berupa bahan pokok makanan, alat tulis bagi anak-anak, serta bantuan nonpangan seperti kasur, kompor, kipas angin, dan matras.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana sebelum mereka menerima bantuan jaminan hidup dari kementerian terkait.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Gempa Magnitudo 6,7

News

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BPBD Data Kerusakan dan Dampak
Zaini Abdullah wafat

News

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia di RSUDZA Banda Aceh
Pelantikan kanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani boy

News

Ramdani Boy Resmi Pimpin Ditjenpas Aceh
Rapat koordinasi Ditjenpas Aceh dengan Forkopimda dan pemkab Aceh Tamiang.

News

Ditjenpas Aceh Perkuat Sinergi Jemput Warga Binaan
Diskusi pencabutan JKA, Balai Syura Ureung Inong Aceh

News

Balai Syura Desak Kepastian Hukum Pencabutan Pergub JKA Aceh
Rumah korban banjir Aceh timur.

News

Bantuan Pascabencana Dipertanyakan, Rumah Warga Aceh Timur Belum Diperbaiki
Rival Amiruddin bersama Kapolda Aceh

News

PSI Aceh-Kapolda Bahas Ekonomi Rakyat dan Kemajuan Daerah
Sosialisasi tertib berlalu lintas

News

Operasi Patuh 2026 Digelar, ETLE dan Tilang Manual Diperkuat