Home / News

Kamis, 20 November 2025 - 09:25 WIB

Rapat Akbar BEM Se-Aceh Angkat Krisis Aceh 2025

Aksi Mahasiswa Aceh. (Foto:Dok/Arsip)

Aksi Mahasiswa Aceh. (Foto:Dok/Arsip)

Banda Aceh — Mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh akan menggelar konsolidasi besar melalui Rapat Akbar BEM Se-Aceh pada 22 November 2025. Pertemuan ini digelar untuk menyatukan sikap menghadapi berbagai persoalan Aceh yang dinilai semakin mengkhawatirkan, mulai dari krisis tata kelola hingga pelemahan kekhususan Aceh.

Konsolidasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan daring Presiden Mahasiswa se-Aceh melalui Zoom Meeting pada 5 November 2025. Dari pertemuan itu, seluruh presiden mahasiswa sepakat mengadakan pertemuan tatap muka tanpa ada kampus dominan. Kesatuan gerak ini menunjukkan bahwa keresahan terhadap situasi Aceh telah menjadi kesadaran kolektif mahasiswa lintas daerah.

Baca Juga |  Fajran Zain: Negara Hampir Tidak Hadir, Rakyat Aceh Dibiarkan Berjuang Sendiri

Mahasiswa menilai persoalan Aceh terus berulang tanpa solusi memadai. Tingginya angka kemiskinan, lemahnya tata kelola sumber daya alam, maraknya korupsi, dan minimnya ruang partisipasi publik membuat masyarakat Aceh semakin tertinggal. Di sisi lain, penegakan hukum yang dinilai tidak tegas memperburuk kondisi di tingkat daerah.

Isu paling disorot adalah pelemahan kekhususan Aceh. Mahasiswa menilai pemerintah pusat mengabaikan butir penting MoU Helsinki, menerapkan UUPA secara setengah hati, dan mereduksi kewenangan Aceh melalui berbagai kebijakan baru. Alih-alih dihormati sebagai daerah istimewa, Aceh justru diperlakukan sebagai objek kebijakan pusat yang kerap berubah-ubah.

Baca Juga |  Dapat Dukungan Ketua Pusat, T. Rival Amiruddin Siap Bawa Energi Baru untuk PSI Aceh

Di tingkat lokal, mahasiswa menilai pemerintah daerah juga gagal menjawab persoalan mendasar rakyat Aceh. Banyak program pembangunan dinilai tidak tepat sasaran, tata kelola anggaran tidak transparan, dan tarik-menarik kepentingan elite menghambat agenda publik. Kondisi ini memperkuat kekecewaan masyarakat terhadap arah kebijakan Aceh.

Melalui konsolidasi ini, mahasiswa ingin menegaskan peran mereka sebagai kekuatan moral yang menjaga marwah dan masa depan Aceh. Mereka menyatakan tidak akan membiarkan kekhususan Aceh diabaikan, hak rakyat dipinggirkan, atau kebijakan publik dijalankan tanpa keberpihakan.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Hadiri Pembukaan MTQ ke-37 di Pidie Jaya

Pertemuan BEM Se-Aceh ini diharapkan menghasilkan sikap kolektif dan langkah strategis mahasiswa untuk mengawal isu-isu krusial Aceh. Gerakan ini menjadi penegasan bahwa suara mahasiswa Aceh tetap hidup, tetap kuat, dan tidak dapat dibungkam.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

News

Mahasiswa Aceh-Malaya: Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera
Penyerahan penghargaan O2SN Kota Banda Aceh

News

Dominasi O2SN 2026, SMATIKA Aceh Sabet Gelar Juara Umum
Aktivitas pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe

Ekonomi Bisnis

DJBC Dorong Hilirisasi di Tengah Tingginya Impor Energi
Fortress perusahaan penyedia pintu baja modern. Apersi aceh

Ekonomi Bisnis

Perkuat Ekosistem Properti, APERSI Aceh Bahas Kerja Sama dengan Fortress
Kapolresta Cup 2026

News

Kapolresta Cup 2026 Resmi Bergulir, 16 Klub Siap Bersaing Junjung Sportivitas
Gempa Magnitudo 6,7

News

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BPBD Data Kerusakan dan Dampak
Zaini Abdullah wafat

News

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia di RSUDZA Banda Aceh
Pelantikan kanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani boy

News

Ramdani Boy Resmi Pimpin Ditjenpas Aceh