Aceh Besar – Pengurus Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Provinsi Aceh masa bakti 2025–2029 resmi dilantik oleh Ketua Koordinator Wilayah PORTINA Aceh, T. Banta Nuzullah, S.Pd., di Leubok Seukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Aceh, anggota DPRK Aceh Besar, Ketua KONI Aceh Besar, unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta sejumlah pegiat olahraga tradisional.
Dalam sambutannya, T. Banta Nuzullah berharap kepengurusan yang baru mampu menjalankan tugas dan fungsinya untuk membangun serta mengembangkan olahraga tradisional di Aceh.
“Kami yakin melalui kepengurusan baru ini, olahraga tradisional Aceh akan semakin berkembang dan dikenal lebih luas hingga ke seluruh Nusantara,” ujarnya.
Bupati Aceh Besar yang diwakili Asisten III Setdakab Aceh Besar, Abdullah, S.Sos., menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia mengatakan Bupati berhalangan hadir karena agenda lain dan mengutus dirinya untuk mewakili pemerintah daerah.
Menurut Abdullah, permainan tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga warisan budaya daerah. Ia menilai permainan tradisional perlu terus dibina, terutama di tengah meningkatnya ketertarikan anak-anak terhadap permainan digital dan game online.
“Pemerintah berharap seluruh instansi dapat bersama-sama melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari jati diri dan budaya anak-anak Aceh,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PORTINA Aceh periode 2025–2029, Piet Rusdi, S.Sos., yang juga Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Aceh, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kepengurusan baru.
Ia berharap dukungan dari pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat agar PORTINA mampu menjalankan program pelestarian olahraga tradisional secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, PORTINA Aceh juga menggelar festival olahraga tradisional yang diikuti sekitar 300 siswa dari 16 sekolah dasar di Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sekaligus menanamkan nilai budaya sejak usia dini.
Sebanyak 10 cabang olahraga tradisional diperlombakan, di antaranya lari patok putra dan putri, engklek putri, tarik tambang putra, terompah panjang putra, hadang putra dan putri, serta tarek situk.
Adapun susunan Pengurus Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Provinsi Aceh masa bakti 2025–2029 adalah sebagai berikut:
Ketua Umum: Piet Rusdi, S.Sos.
Ketua I: Drs. Suhirman.
Ketua II: Mardani, S.Sos., M.M.
Sekretaris Umum: Essi Hermaliza, S.Pd., M.Pd.
Wakil Sekretaris: Hasbullah, S.S.
Bendahara Umum: Rizal Fahmi, S.E., Ak.
Wakil Bendahara: Nur Irsyakdiah, S.T.
Bidang Organisasi dan Pengembangan dipimpin Muhammad, S.Pd., dengan anggota Miftah Roma Uli Tua, S.S., dan Lucky Armanda, S.S.
Bidang Penelitian dan IPTEK diketuai Ifwandi, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Amanda Sukriadi, S.Pd., M.Pd., serta Agung Suryo Setyantoro, S.S., M.M.
Bidang Umum dan Sarana Prasarana diketuai Fariani, S.Sos., dengan anggota Risky Syawal, S.E., dan Lizar Andrian.
Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) diketuai Muhammad Ali Raban, dengan anggota Nurmila Khaira, S.S., dan Muhammad Faiz Basyamfar, S.A.P.
Komisi Pelatih diketuai Ibrahim, S.Pd., dengan anggota Syotiarita, S.Pd., dan Hanafiah, S.Pd.
Komisi Wasit dipimpin Idris Insya, S.Pd., dengan anggota Halimah, S.Pd., dan Munawar, S.Pd.
Komisi Pertandingan diketuai Mulyono, S.Pd., dengan anggota T. Saiful, S.Pd., dan Ferdian Wiranata, S.Pd.
Kepengurusan baru ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian olahraga tradisional di Aceh melalui pembinaan, kompetisi, edukasi, serta kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, dan masyarakat sehingga permainan tradisional tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.









