Home / Internasional / News

Jumat, 19 Desember 2025 - 03:28 WIB

Surat Terbuka GAM ke Presiden Prabowo soal Banjir Aceh

Aceh Darurat Bencana. (Foto:Arsip)

Aceh Darurat Bencana. (Foto:Arsip)

Copenhagen, Denmark — Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah pusat, menyuarakan keprihatinan serius atas penanganan banjir besar yang melanda Aceh serta sejumlah wilayah di Sumatra Barat dan Sumatra Utara .

Dalam surat tertanggal 18 Desember 2025 yang di terima redaksi LamanNews, GAM menilai skala bencana banjir telah melampaui kategori bencana regional. Dampak sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang ditimbulkan disebut sangat luas, bahkan dinilai lebih buruk dibandingkan Tsunami Aceh 2004 dalam konteks bencana ekologi yang terjadi di masa damai, ketika negara seharusnya hadir secara penuh.

Baca Juga |  Korban Tembus 1.059 Jiwa, Koalisi Sipil Aceh Desak Bencana Nasional Sumatra

GAM menyoroti belum adanya penetapan status Bencana Nasional oleh pemerintah pusat. Menurut mereka, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada tersendatnya distribusi bantuan kemanusiaan, termasuk terbatasnya akses bantuan dari luar negeri ke Aceh. Kondisi ini, sebagaimana disebutkan dalam surat, memunculkan persepsi ketidakadilan dan diskriminasi struktural terhadap Aceh.

“Ketika negara gagal hadir di saat rakyat berada dalam kondisi paling rentan, maka legitimasi moral negara sedang dipertaruhkan,” demikian salah satu pernyataan dalam surat terbuka tersebut .

GAM juga mengingatkan bahwa kekecewaan masyarakat Aceh terhadap pemerintah pusat bukanlah narasi politis, melainkan realitas sosial yang tumbuh dari pengalaman langsung warga terdampak bencana. Dalam konteks perdamaian Aceh, GAM menegaskan komitmennya terhadap MoU Helsinki, meski mengakui masih banyak poin perjanjian yang belum dijalankan secara konsisten.

Baca Juga |  Bantuan Darurat Diterbangkan ke Aceh, Sumut, Sumbar Usai Banjir Besar

Namun, GAM menilai kebijakan pemerintah pusat dalam penanganan bencana Aceh saat ini berpotensi mengganggu keberlanjutan perdamaian. Pendekatan tersebut dinilai kontras dengan kebijakan pemerintah pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut lebih responsif dan berorientasi pada tanggung jawab kemanusiaan.

Melalui surat terbuka ini, GAM menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah pusat: menetapkan banjir besar di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya sebagai Bencana Nasional, membuka akses penuh terhadap seluruh bantuan kemanusiaan domestik dan internasional, serta mengambil langkah konkret dan transparan untuk menjaga perdamaian Aceh melalui pendekatan keadilan dan kepedulian sosial.

Baca Juga |  Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Terungkap di Gayo Lues

GAM menutup suratnya dengan peringatan bahwa pengabaian terhadap penderitaan korban banjir dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Menurut mereka, konsekuensi sosial dan politik dari kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara.

Surat terbuka itu ditandatangani oleh Johan Makmor selaku Chairman Gerakan Aceh Merdeka dan disampaikan dari Copenhagen, Denmark, sebagai bentuk kontrol moral dan seruan agar negara segera bertindak adil terhadap rakyat Aceh .

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Dian Rubianty

News

Ombudsman Tegaskan Larangan Pungutan Sertifikasi Guru
Stop kekerasan terhadap anak.

Hukum & Kriminal

Empat Pemuda Jadi Tersangka Kekerasan Anak di Aceh Tengah, Flower Aceh Angkat Suara
Program Hibah Grassroots Jepang di Indonesia

News

Hibah Grassroots Jepang Dibuka, Peluang LSM dan Yayasan di Aceh–Sumatra
Ketua Posko Yabani, Dhulhadi bersama warga Babah Suak

News

Ketika Relawan Hadir: Kisah Anak-Anak Di Babah Suak, Langsung Masuk SD Tanpa TK
Dokumen pengumuman hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama aceh

News

Direktur RSUZA Disaring, Rekam Jejak Pejabat Kembali Disorot dalam Seleksi JPT Aceh
Pelantikan pengurus LPSA

News

LPSA Resmi Dilantik, Perempuan Aceh Siap Ambil Peran Strategis
Road Show Yabani Berkisah

News

Cerita Kerajaan dan Kebersihan Warnai Road Show YABANI Berkisah di Bireuen
Misbah Hidayat, Mahasiswa UNMUHA

News

Surat Mahasiswa Aceh, Negara Bisa Membungkam, Nurani Tidak