Home / Lingkungan / Pidie Jaya

Sabtu, 29 November 2025 - 10:57 WIB

Tim Gabungan Temukan Santri yang Hanyut di Pidie Jaya

Tim gabungan mengevakuasi santri yang hanyut di Jangka Buya. (Foto:Dok/Ist)

Tim gabungan mengevakuasi santri yang hanyut di Jangka Buya. (Foto:Dok/Ist)

Meureudu — Tim gabungan Polres Pidie Jaya bersama Polsek Jangka Buya, Koramil 27 Jangka Buya, warga setempat, serta ustaz dan santri Dayah Mudi Samalanga berhasil menemukan seorang santri yang hanyut akibat banjir di Kecamatan Jangka Buya, Jumat (28/11/2025).

Korban diketahui bernama M. Rais (19), santri asal Gampong Tengoh, Langsa, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir pada Kamis sore.

Baca Juga |  Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.006 Orang, Ratusan Ribu Mengungsi

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu mengatakan pencarian dilakukan sejak pagi di lokasi awal korban terbawa arus, yaitu di Gampong Keude Jangka Buya. Proses pencarian berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Baca Juga |  Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh

Sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak Dayah Mudi Samalanga, Kabupaten Bireuen, untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga |  YABANI Gelar Roadshow Berkisah untuk Anak Korban Bencana Aceh

Kapolres Pidie Jaya menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Semoga keluarga diberi ketabahan dan korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Kapolres.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Pengelolaan pemanfaatan air

Lingkungan

Solusi Bangun Indonesia Manfaatkan Teknologi untuk Efisiensi Penggunaan Air
Longsor kembali terjadi di Aceh Tengah

Aceh Tengah

Longsor Kembali Terjang Aceh Tengah, Satu Warga Meninggal Dunia
Bangkai gajah mati di areal perkebunan PT MPLI Aceh Tamiang.

Banda Aceh

Dua Gajah Mati Beruntun, BKSDA Aceh Didesak Evaluasi Menyeluruh
Dialog multipihak, FJL dan HAkA

Gayo Lues

Tanah Gayo Terancam Tambang, Kolaborasi Jadi Solusi
Musim kemarau di Aceh dan cuaca ekstrem.

Banda Aceh

Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh
Dugong Conservation. Natural Aceh dan Yayasan KEHATI.

Aceh Besar

Kemunculan Dugong Langka di Lamreh Picu Konservasi Habitat Lamun di Aceh
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang
Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

Lingkungan

Mahasiswa Aceh-Malaya, Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera