Home / Banda Aceh / Ekonomi Bisnis

Senin, 16 Maret 2026 - 11:14 WIB

Kinerja Perbankan Syariah Menguat, OJK Dorong Peningkatan Investasi di Aceh

Kegiatan buka puasa bersama OJK Aceh dan awak media membahas perkembangan industri keuangan daerah. (Foto:Dok OJK)

Kegiatan buka puasa bersama OJK Aceh dan awak media membahas perkembangan industri keuangan daerah. (Foto:Dok OJK)

Banda Aceh — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh menyatakan kinerja industri jasa keuangan di daerah itu dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren positif, terutama pada sektor perbankan syariah yang menjadi tulang punggung sistem keuangan daerah.

Kepala OJK Aceh, Daddi Peryoga, mengatakan bank umum syariah maupun Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) terus mencatatkan pertumbuhan, baik dari sisi penghimpunan dana masyarakat maupun penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif.

“Perkembangan ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah serta meningkatnya peran perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah,” kata Daddi saat kegiatan buka puasa bersama awak media di Banda Aceh, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga |  BSI Perkuat Pembiayaan Produktif Lewat Penempatan SAL

Berdasarkan data OJK, hingga posisi 31 Januari 2026 total aset perbankan di Aceh mencapai Rp62,23 triliun, meningkat 19,15 persen dalam lima tahun terakhir. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp44,57 triliun atau tumbuh 13,35 persen, sedangkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp47,41 triliun, naik signifikan 52,15 persen.

Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio Non Performing Financing (NPF) masih berada di bawah batas aman 5 persen, yakni 2,19 persen pada Januari 2026. Adapun rasio Finance to Deposit Ratio (FDR) tercatat 106,38 persen, yang menunjukkan dana masyarakat telah tersalurkan secara optimal ke sektor pembiayaan.

Baca Juga |  FLS3N Aceh Disorot, Aturan Diubah di Tengah Lomba, Peserta Kecewa

Meski demikian, OJK mencatat kebutuhan pembiayaan di Aceh masih lebih besar dibandingkan dana yang dihimpun di daerah. Hal itu terlihat dari pembiayaan berdasarkan lokasi proyek yang mencapai Rp53,94 triliun, lebih tinggi dibanding pembiayaan berdasarkan lokasi bank sebesar Rp47,41 triliun.

Menurut Daddi, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan arus investasi untuk memperkuat sumber pendanaan di Aceh.

Baca Juga |  Polres Aceh Besar Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Sungai Siron

Selain perbankan umum syariah, kinerja BPRS di Aceh juga menunjukkan perbaikan. Hingga Januari 2026 total aset BPRS tercatat Rp917 miliar, dengan DPK Rp565 miliar dan penyaluran pembiayaan Rp696 miliar.

OJK Aceh berharap tren positif sektor jasa keuangan ini dapat terus berlanjut melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta pelaku usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Silahturahmi ikagara dan Kapolda Aceh

Banda Aceh

IKAGARA Banda Aceh Bertemu Irjen Pol Ruddi Setiawan

Ekonomi Bisnis

BSI Raih Anugerah ESG 2026 lewat Program Green Zakat
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari

Aceh Besar

Pasokan Semen Aceh Jadi Perhatian, SIG Evaluasi Distribusi Harian
Konferensi pers Polda aceh

Banda Aceh

Pemasok Cartridge Etomidate di Bireuen Jadi DPO, Polisi Buru RK
Konferensi pers pemerintah Aceh

Banda Aceh

Sekda Aceh Buka Rincian Dana Rp2,5 Triliun Penanganan Bencana
Kabid Humas Polda Aceh

Banda Aceh

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Plt

Banda Aceh

HUT Ke-53, Bank Aceh Perkuat Transformasi dan Amanah
Gedung ojk

Ekonomi Bisnis

OJK: Industri Keuangan Syariah 2025 Tumbuh Positif