Medan — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E. atau Dek Fadh, menghadiri Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di JW Marriott Hotel, Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).
Rakor tersebut menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah di Sumatera untuk memperkuat sinergi dan membangun kerja sama lintas provinsi guna mendorong kawasan Sumatera menjadi satu kekuatan ekonomi yang lebih terintegrasi.
Forum yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan kepala daerah itu membahas berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan kesepakatan antarprovinsi, pembentukan kelembagaan dan rencana aksi bersama, percepatan lima prioritas kerja, hingga peningkatan dukungan pemerintah pusat dan mitra strategis.
Dalam forum tersebut, Dek Fadh menekankan pentingnya memperkuat konektivitas dan sistem logistik antarwilayah di Sumatera. Menurutnya, keterhubungan infrastruktur dan pusat pertumbuhan ekonomi akan memperlancar arus barang dan manusia, menekan biaya logistik, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing kawasan.
Ia juga mendorong penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas unggulan daerah. Aceh, kata Dek Fadh, memiliki berbagai komoditas potensial seperti padi, kopi, kelapa sawit, kakao, hortikultura, dan nilam yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antardaerah.
“Aceh memiliki komoditas unggulan seperti kopi dan nilam yang memiliki pasar dan nilai tambah besar. Kita ingin komoditas Aceh tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi terus didorong menuju hilirisasi sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Dek Fadh.
Selain sektor komoditas, Dek Fadh menyoroti posisi strategis Sabang sebagai salah satu pintu konektivitas Aceh dengan kawasan regional dan internasional. Penguatan konektivitas laut dan udara dinilai penting untuk menjadikan Sabang sebagai bagian dari jaringan perdagangan, logistik dan pariwisata Sumatera.
“Sabang memiliki posisi yang sangat strategis. Kita perlu memperkuat konektivitas Sabang melalui jalur laut dan udara agar dapat menjadi bagian penting dari jaringan perdagangan, logistik, pariwisata dan konektivitas Sumatera dengan kawasan internasional,” katanya.
Di bidang perdagangan dan investasi, Dek Fadh mengajak seluruh provinsi di Sumatera membangun pasar yang saling menguatkan. Produk unggulan Aceh diharapkan dapat lebih mudah menembus pasar provinsi lain, begitu pula produk dari daerah lain dapat berkembang di Aceh.
Kerja sama penanggulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim juga dinilai perlu diperkuat. Pengalaman Aceh dalam menghadapi berbagai bencana dan proses pemulihan masyarakat disebut dapat menjadi pembelajaran bersama untuk membangun Sumatera yang tangguh dan berkelanjutan.
Sementara itu, pengembangan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transformasi digital juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat konektivitas kawasan. Dek Fadh mendorong pengembangan jejaring destinasi dan paket wisata lintas provinsi, termasuk potensi wisata ramah muslim.
“Pembangunan Sumatera membutuhkan lebih dari sekadar kerja masing-masing provinsi. Kita perlu berbagi keunggulan, menghubungkan potensi, dan menyatukan langkah,” ujarnya.
Dek Fadh berharap Rakor Gubernur se-Sumatera tidak berhenti pada kesepakatan, tetapi dapat menghasilkan kerja sama konkret yang memperkuat integrasi ekonomi kawasan.
“Bersatu dalam visi, terhubung dalam konektivitas, saling melengkapi dalam inovasi, tumbuh dalam kolaborasi, dan maju bersama untuk menjadikan Sumatera sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.









