Home / Aceh Timur / Pemerintah

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:18 WIB

Bantuan Pascabencana Dipertanyakan, Rumah Warga Aceh Timur Belum Diperbaiki

Warga Gampong Aceh keluhkan lambatnya bantuan pemerintah. Kondisi Rumah korban banjir ditopang kayu dan terpal. (Foto:Dok/Ist)

Warga Gampong Aceh keluhkan lambatnya bantuan pemerintah. Kondisi Rumah korban banjir ditopang kayu dan terpal. (Foto:Dok/Ist)

Idi Rayeuk – Delapan bulan pascabanjir bandang yang menerjang wilayah Idi Rayeuk pada November 2025, sejumlah warga di zona terdampak masih hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Salah satunya dialami Cek Dos, warga Gampong Aceh, yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan bantuan perbaikan rumah meski dinding belakang rumahnya jebol diterjang banjir.

Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian struktur rumah milik Cek Dos masih retak parah dan ditopang kayu serta terpal seadanya demi mencegah bangunan ambruk total. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait efektivitas penyaluran bantuan pascabencana di Aceh Timur.

Baca Juga |  Distanbun Aceh Satukan Investor Perusahaan Perkuat Tata Kelola HGU Berkelanjutan

‎“Dinding belakang rumah saya jebol total sejak banjir. Sampai sekarang belum ada perbaikan sama sekali. Kami hanya bisa menambal seadanya agar tidak roboh,” kata Cek Dos kepada wartawan LamanNews, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, ia telah mengikuti proses pendataan dan verifikasi korban terdampak banjir. Namun hingga kini, belum ada kepastian apakah namanya masuk dalam daftar penerima bantuan rehabilitasi rumah.

Baca Juga |  Kak Na Sambut Kapolda Aceh Baru

“Kalau memang ada masalah data, tolong dijelaskan. Kami hanya ingin kepastian karena keluarga kami tinggal dalam kondisi tidak aman,” ujarnya.

Keluhan serupa disebut juga dialami sejumlah warga lain di Gampong Aceh. Warga mengaku kesulitan memperoleh informasi terkait status bantuan karena proses administrasi dinilai tidak transparan dan lambat.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Gampong Aceh, Putra Tri Mareta, mengatakan pihak desa telah mengusulkan seluruh data warga terdampak ke pemerintah kabupaten sesuai prosedur yang berlaku.

Baca Juga |  PLN Bangun 4 Tower Darurat, Banda Aceh Ditargetkan Menyala Minggu Ini

“Jika ada warga yang belum menerima bantuan, kemungkinan masih dalam proses verifikasi ulang terkait administrasi atau kuota penerima. Kami tetap mendampingi warga untuk proses klarifikasi,” kata Putra.

Kasus ini menjadi sorotan publik terhadap percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Timur. Warga berharap pemerintah daerah segera memastikan transparansi data serta percepatan realisasi bantuan agar masyarakat terdampak tidak terus hidup dalam ketidakpastian. (hend)

Editor:

Share :

Baca Juga

Masyarakat Mukim Nurul A'la di PTPN I Karang Inong KSO.

Aceh Timur

Masyarakat Mukim Nurul A’la Minta Pemerintah Audit HGU PTPN I Karang Inong KSO
Fadhlullah hadiri Milad XXVIII Dayah Inshafuddindin

Banda Aceh

Wagub Aceh Dorong Penguatan Pendidikan Dayah
Ultimatum penambang ilegal

Banda Aceh

Mualem Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Penambang Ilegal Setelah 17 Agustus
Rapat koordinasi forkopimda aceh

Banda Aceh

Status Transisi Darurat Aceh Berakhir 30 Juli, Ini Sikap Mualem
Sekolah darurat Aceh Tengah

Aceh Tengah

Ketua TP PKK Aceh Kunjungi Sekolah Darurat Pascabencana di Linge
Diskusi strategis perkebunan Aceh membahas HGU investasi tata kelola administrasi

Banda Aceh

Distanbun Aceh Satukan Investor Perusahaan Perkuat Tata Kelola HGU Berkelanjutan
Mentan tinjau pertanian kopi gayo

Bener Meriah

Mentan Janji Perkuat Pengembangan Kopi Gayo
Investasi KEK Arun Lhokseumawe, Hilirisasi migas Aceh

Banda Aceh

Sejumlah Investor Lirik Hilirisasi Migas di KEK Arun