Home / Peristiwa

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:29 WIB

PLN Bangun 4 Tower Darurat, Banda Aceh Ditargetkan Menyala Minggu Ini

Petugas PLN melakukan pemasangan tower ERS di Bireuen untuk pemulihan listrik Aceh. (Foto:Arsip PLN)

Petugas PLN melakukan pemasangan tower ERS di Bireuen untuk pemulihan listrik Aceh. (Foto:Arsip PLN)

Banda Aceh — PT PLN (Persero) terus bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan Aceh pascabencana besar. Empat tower Emergency Restoration System (ERS) di Pantai Baru, Bireuen, resmi berdiri dan siap menjadi jalur sementara untuk mengalirkan listrik dari Arun menuju Banda Aceh. PLN menargetkan uji energize dilakukan pada Minggu, 7 Desember 2025, setelah seluruh konduktor selesai ditarik dan diikat.

General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan progres tersebut dalam konferensi pers di Media Center Posko Tanggap Darurat, Jumat, 5 Desember 2025.

“Alhamdulillah hari ini empat tower ERS sudah berdiri. Proses pengikatan dan penarikan konduktor sedang berjalan dan diperkirakan selesai besok. Mohon doa agar Minggu bisa kita energize,” ujarnya.

Baca Juga |  BSI Aceh Rayakan Milad ke-5 dengan Kampanye Generasi Emas

Eddi menegaskan bahwa perbaikan jaringan di Banda Aceh sudah 100 persen selesai, namun wilayah itu belum dapat dialiri listrik karena masih menunggu suplai utama dari Arun.

“Begitu pasokan dari Arun masuk, insyaallah Banda Aceh, Sigli, Bireuen hingga Tapaktuan bisa normal kembali,” katanya.

Pemulihan Signifikan di Aceh Tamiang

Terobosan besar terjadi di Aceh Tamiang, salah satu wilayah paling terdampak. Melalui dukungan BNPB, TNI–Polri, dan forkopimda, PLN sukses menyalakan satu penyulang menuju kawasan tersebut pada Jumat malam.

Kini, Tamiang Sports Center sebagai posko pengungsian utama, serta sebagian besar wilayah Kuala Simpang, sudah menikmati aliran listrik.

Baca Juga |  Bencana Ekologi Aceh Disorot Dunia, GAM Dorong Peran PBB

PLN juga memasang sejumlah genset darurat, termasuk RSUD Aceh Tamiang dan Instalasi PDAM (33.000 watt).

Langkah ini menjamin akses air bersih tetap berjalan di tengah padatnya posko pengungsian.

Sebanyak 1.347 personel dalam 118 tim dikerahkan dari seluruh Indonesia. Fokus pemulihan kini berada di: Aceh Tamiang, Aceh Timur dan Aceh Utara.

Kerusakan berat yang harus ditangani mencakup: 2.147 batang tiang tumbang, 100 gardu rusak, 91 titik gangguan di UP3 Langsa, dan 91 titik gangguan di UP3 Lhokseumawe

PLN melaporkan bahwa seluruh titik gangguan di Subulussalam telah tuntas dipulihkan.

Sejumlah wilayah masih sulit dijangkau, termasuk: Pulau Tiga – Aceh Tamiang dan Peunaron – Aceh Timur. Bahkan, akses menuju Aceh Tengah masih terputus total. Untuk memastikan layanan darurat, PLN mengirimkan 10 genset portable (7.000 watt) menggunakan dukungan udara BNPB.

Baca Juga |  Meriahkan HUT Abdya, 17 Ribu Lemang Siap Dibakar

PLN juga memanfaatkan PLTD Ayangan, yang masih mampu memasok 800.000 watt, sehingga RSUD Aceh Tengah tetap bisa beroperasi.

Besok, PLN dijadwalkan mengirimkan genset 250.000 watt untuk RSUD Bener Meriah.

Sementara itu RSUD Langsa sudah kembali normal aliran listriknya.

PLN menargetkan penyalaan satu penyulang tambahan di Aceh Tamiang pada Jumat malam, sehingga kawasan Kedai Besi ikut teraliri listrik.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Olah TKP

Peristiwa

Diduga Tak Kooperatif, Terduga Penabrak Anak di Banda Aceh Dilaporkan ke Polisi
Sertijab Kalapas

Peristiwa

Rapat Perdana Kalapas Banda Aceh Fokus Perkuat Kinerja
Tradisi Meuseuraya Toet Lemang dalam rangka peringatan HUT ke-24 Abdya.

Peristiwa

Meriahkan HUT Abdya, 17 Ribu Lemang Siap Dibakar
Halal BI halal

Peristiwa

IWO Aceh Gelar Halalbihalal, Perkuat Soliditas Wartawan
Media Café Homestay

Peristiwa

Homestay Café, Bukan Sekadar Kafe, Ini “Markas Baru” Wartawan Aceh
Huntara sawang Aceh Utara

Peristiwa

132 KK Warga Babah Krueng Sawang Tempati Huntara Tidak Layak Huni
Bantuan Kapolda Aceh atas penemuan bayi.

Peristiwa

Penemuan Bayi di Mesjid Aceh Jaya Kapolda Aceh Beri Bantuan
Kak Na dan sopir truk

Peristiwa

Nostalgia Kak Na, Diselamatkan Sopir Tangki Saat Banjir