Home / Forum Publik

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:35 WIB

PERMAMPU Dorong Pemulihan Lahan dan Kepemimpinan Perempuan Petani

Hari Pangan Internasional 2026 menjadi momentum mendorong pemulihan pertanian Sumatera. (Foto:Dok/PERMAMPU)

Hari Pangan Internasional 2026 menjadi momentum mendorong pemulihan pertanian Sumatera. (Foto:Dok/PERMAMPU)

Medan – Konsorsium Perempuan Sumatera Mampu (PERMAMPU) mendesak pemerintah pusat dan daerah mempercepat pemulihan lahan pertanian serta sumber penghidupan masyarakat yang rusak akibat bencana ekologis di Sumatera.

Organisasi tersebut juga mendorong perempuan petani dilibatkan sebagai pemimpin dalam membangun kembali ketahanan pangan pascabencana.

Seruan itu disampaikan dalam momentum Hari Pangan Internasional pada Senin (19/10/2026). PERMAMPU menilai, pemulihan yang lambat berisiko memperpanjang kesulitan ekonomi keluarga petani, terutama masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025.

Bencana tersebut merusak lahan pertanian, perkebunan, jaringan irigasi, dan sumber air. Sejumlah petani kehilangan sumber pangan dan mata pencaharian setelah sawah tertimbun lumpur, tanaman rusak, ternak hilang, serta akses pasar dan distribusi pangan terganggu.

Baca Juga |  Dunia Kerja Inklusif, Flower Aceh Dorong Penguatan Hak Pekerja

Hampir setahun setelah bencana, pemulihan lahan masih menghadapi kendala, mulai dari luasnya kerusakan hingga hambatan birokrasi dan persoalan teknis di lapangan.

Evi Tasma (46), warga Desa Tumpok Beurandang, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, mengungkapkan sawah yang tertimbun lumpur tebal belum sepenuhnya dapat dipulihkan. Kondisi itu menghambat produksi padi dan memaksa keluarganya membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami di Aceh Utara benar-benar kesulitan saat ini. Sawah-sawah masih tertimbun lumpur tebal. Proses pengerukan lumpur belum selesai hingga saat ini, membuat tikus cepat berkembang biak di lahan yang telantar. Akibatnya, kami yang biasanya memproduksi padi, sekarang terpaksa harus membeli beras untuk makan sehari-hari,” ujar Evi.

Baca Juga |  Flower Aceh Minta Perempuan Dilibatkan dalam Kebijakan Bencana

Di tengah kesulitan tersebut, perempuan petani juga mengembangkan alternatif untuk memulihkan produktivitas pertanian. Di Batu Busuak, Padang, perempuan memanfaatkan limbah sayuran sebagai bahan baku pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang mahal.

“Selama ini kami kesulitan karena harga pupuk kimia mahal dan tanah makin keras. Pembuatan pupuk organik dari limbah sayur ini adalah solusi murah yang bisa langsung kami praktikkan di dapur masing-masing,” ujar Imang, warga Batu Busuak, Padang.

Inisiatif serupa dilakukan Poibe Hutagalung bersama kelompoknya di Desa Aloban Bair, Kabupaten Tapanuli Tengah. Bibit sayuran yang ditanam di lahan kritis mulai tumbuh dan menghasilkan panen untuk dikonsumsi maupun dijual.

Baca Juga |  Dari Bisnis Otobus ke Filantropi, Kiprah Rival Amiruddin

Dalam pernyataannya, PERMAMPU menyampaikan tiga rekomendasi kepada pemerintah: mempercepat pemulihan lahan dan irigasi beserta akses sarana produksi; memperkuat partisipasi serta kendali perempuan petani atas sumber daya pertanian; dan menghentikan perusakan hutan serta sungai melalui perbaikan tata kelola lingkungan.

Koordinator Konsorsium PERMAMPU, Dina Lumbantobing, menegaskan kedaulatan pangan membutuhkan pemulihan lahan yang adil, pengakuan atas kepemimpinan perempuan petani, dan penanganan serius terhadap akar persoalan bencana ekologis.

Bagi PERMAMPU, pemulihan pascabencana tidak cukup berorientasi pada bantuan darurat. Pemerintah juga perlu memastikan lahan kembali produktif dan perempuan petani memiliki akses serta ruang kepemimpinan dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Advokasi perempuan berbasis data

Banda Aceh

Balai Syura dan UN Women Perkuat Advokasi Perempuan di Aceh
Pelatihan kepemimpinan perempuan

Banda Aceh

Balai Syura dan UN Women Perkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim
Hari Lansia Internasional 2026

Banda Aceh

Perempuan Lansia Perdesaan Diminta Tak Dipandang sebagai Beban
Riswati

Banda Aceh

Flower Aceh Dorong Implementasi RAD P3AKS di Aceh
Pemutaran film Inong Peudame tentang peran perempuan dalam perdamaian Aceh

Aceh Besar

Perempuan Aceh dan Perdamaian Dibahas dalam Dialog Inong Peudame
Talkshow Marnia the modern women

Banda Aceh

Talk Show Marnia Dorong Perempuan Aceh Jadi Cantik, Cerdas dan Berkarakter

Banda Aceh

Samsat Batoh Perkuat Layanan dan Cegah Calo
Forum Konsultasi Publik bea cukai

Banda Aceh

Bea Cukai Aceh Serap Masukan Publik untuk Perbaikan Layanan