Home / Kriminal / Pidie

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:05 WIB

Polda Aceh Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Geumpang

Pemusnahan alat tambang emas ilegal oleh petugas gabungan. (Foto: Dok/Polda Aceh).

Pemusnahan alat tambang emas ilegal oleh petugas gabungan. (Foto: Dok/Polda Aceh).

Sigli — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kembali menunjukkan sikap tegas terhadap praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan masyarakat. Penertiban terbaru dilakukan di kawasan pegunungan Geumpang, Kabupaten Pidie, wilayah yang selama ini kerap disebut sebagai salah satu titik rawan aktivitas tambang emas ilegal.

Operasi penegakan hukum ini dilaksanakan oleh tim gabungan Polda Aceh, Polres Pidie, dan TNI pada Senin (9/2/2026), menyasar lokasi-lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas PETI di kawasan pedalaman.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., menegaskan bahwa penertiban tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga supremasi hukum sekaligus melindungi kelestarian lingkungan hidup.

Baca Juga |  Karhutla di Lima Kabupaten Aceh, Polisi Buru Pelaku

Menurutnya, tambang emas ilegal bukan hanya persoalan pelanggaran administratif, tetapi telah menjadi ancaman nyata terhadap ekosistem hutan, sumber air, dan keselamatan warga di sekitar lokasi tambang.

“Aktivitas PETI berpotensi memicu kerusakan lingkungan permanen, longsor, pencemaran sungai, hingga bencana ekologis. Karena itu, Polri tidak akan mentoleransi praktik penambangan tanpa izin,” ujar Joko dalam keterangannya.

Operasi penertiban dipimpin langsung oleh Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh, Kompol Hermanto Bowo Laksono, S.I.K., dengan dukungan Kabag Ops Polres Pidie AKP Raja Amiruddin Harahap, S.Sos., dan Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Dedy Miswar, S.Sos., M.H. Personel TNI dari Kodim 0102/Pidie turut dilibatkan untuk memastikan pengamanan dan kelancaran operasi di medan yang tergolong ekstrem. Tim gabungan menyisir sejumlah titik di Km 17 dan Km 18 Alue Kamara, Gampong Pulo Loih, Kecamatan Geumpang.

Baca Juga |  Samsat Batoh Layani Pajak, STNK hingga Balik Nama

Untuk mencapai lokasi, petugas harus menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer menggunakan kendaraan, kemudian dilanjutkan berjalan kaki sejauh kurang lebih delapan kilometer melewati medan pegunungan terjal dan hutan lebat.

Di lokasi, petugas menemukan sejumlah bekas aktivitas tambang emas ilegal, meski para pelaku tidak berada di tempat dan kegiatan penambangan telah berhenti sementara.

Aparat tetap mengamankan barang bukti berupa tiga drum berisi bahan bakar minyak jenis solar serta empat drum kosong yang diduga digunakan untuk operasional tambang. Barang bukti tersebut kemudian diamankan dan dititipkan di Polsek Geumpang.

Baca Juga |  Waspada Modus Gebyar Undian Berhadiah Bank Aceh

Sebagai langkah tegas sekaligus pencegahan, petugas memusnahkan satu unit alat ayakan dengan cara dibakar agar tidak dapat digunakan kembali, serta memasang spanduk larangan penambangan ilegal di sekitar lokasi.

Polda Aceh menegaskan akan terus melakukan pengawasan berkelanjutan dan mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik PETI demi menjaga kelestarian alam Aceh untuk generasi mendatang.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Curi Meteran Air, Dua Pria Ditangkap Jatanras Banda Aceh

Banda Aceh

Polresta Banda Aceh Tangkap Terduga Penggelap Motor TNI

Banda Aceh

Polda Aceh Ungkap Kasus Aborsi, Tiga Orang Ditangkap
Dugaan penganiyaan anak

Banda Aceh

Laporan Dugaan Penganiayaan Anak di Sekolah Masuk Polresta Banda Aceh
Tersangka curanmor di amankan polisi

Banda Aceh

Tiga Pelaku Curanmor Dibekuk, Motor Dijual Rp11 Juta
Penembakan ASN di Jayawijaya

Kriminal

Polisi Kantongi Ciri Pelaku Penembakan ASN di Jayawijaya
Kecelakaan Lalulintas di lampulo

Banda Aceh

Uji Top Speed di Lampulo Berujung Maut, Satu Pelajar Tewas
Barang bukti Bio Solar diamankan Satreskrim Polresta Banda Aceh

Banda Aceh

Bawa 600 Liter Bio Solar Subsidi, Dua Pria Diamankan Polisi